Investor Mesti Banyak Sabar, IHSG Masih Tersungkur hingga Siang Ini

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melajutkan tren negatif hingga siang ini, Jumat (5/6/2026). Pada akhir sesi 1, IHSG parkir di level 5.692,16, turun 2,53% atau -147,62 poin. 

Sebanyak 624 saham bergerak di zona merah. Lalu ada 115 saham naik dan sisanya atau 220 stagnan. Nilai transaksi terbilang ramai, yakni mencapai Rp 21,07 triliun, melibatkan 23,37 miliar saham dalam 1,29 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 10.017 triliun. 

Nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 20 triliun pada sesi 1, sebagian besar disumbang oleh transaksi jumbo Chandra Asri Pacific (TPIA) di pasar negosiasi.

TPIA mencatat total transaksi Rp 22,98 triliun, di mana Rp 17,6 triliun di antaranya terjadi di pasar nego. Seiring dengan hal tersebut saham TPIAnaik 13,45% ke level 1.560.

Mengutip Refinitiv, utilitas dan finansial menjadi sektor yang turun paling dalam. Sebaliknya properti dan bahan baku menjadi dua sektor yang berhasil bertahan di zona hijau. 

Adapun setelah saham konglomerat berdarah-darah pada perdagangan beberapa hari terakhir, bank jumbo kena giliran siang ini. Bank Central Asia (BBCA) yang mencatat nilai transaksi terbesar di pasar reguler, menjadi pemberat utama IHSG siang ini dengan bobot -28,1 poin.  BBCA tercatat mengalami tekanan jual besar dan turun 5,53% ke level 5.125. 

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengekor dengan bobot -9,41 poin, Bank Mandiri (BMRI) -7,82 poin, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) -4,53 poin. 

Sementara itu, pelemahan IHSG hari ini terjadi seiring dengan rupiah yang kembali melemah dalam menyentuh rekor terendah sepanjang masa. Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp18.050/US$.

Pelemahan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (4/6/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah sepanjang sejarah rupiah terhadap dolar AS.

Imbas pelemahan signifikan, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara proaktif mengajak investor institusi hingga investor global untuk menempatkan dananya di Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), guna menekan laju indeks yang tengah turun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan pihaknya telah menyiapkan program roadshow untuk memperkuat sisi permintaan (demand side) di pasar modal. Kegiatan tersebut akan menyasar investor domestik maupun investor globa

"Kami sudah bertemu dengan beberapa stock exchanges di luar untuk kita bisa kerjasama termasuk dari sisi brokerage firm asing. Untuk kita bisa bring listed companies ke mereka dan bisa memperkenalkan sehingga bisa menarik dari sisi investor," tutur Nyoman kepada waartawan, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (4/6/2026).

Di dalam negeri, BEI juga akan memperluas sosialisasi pasar modal ke berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan dengan memperkenalkan perusahaan-perusahaan tercatat kepada investor domestik, baik institusi maupun ritel.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sementara (PJS) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan fundamental pasar modal Indonesia saat ini berada dalam kondisi baik. Hal itu tercermin dari kinerja keuangan perusahaan tercatat yang terus mencatatkan pertumbuhan laba.

Menurut Jeffrey, seluruh perusahaan tercatat di BEI membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21% pada akhir tahun buku 2025. Sementara itu, pada kuartal I-2026, emiten yang tergabung dalam kelompok LQ45 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 29,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, sebanyak 80% perusahaan tercatat berhasil membukukan laba bersih pada kuartal I-2026. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Jeffrey menjelaskan, pada 2020 hanya 63% perusahaan tercatat yang mencatatkan laba bersih. Adapun pada periode 2021-2025, persentasenya berada di kisaran 73%-76%, sebelum meningkat menjadi 80% pada kuartal pertama tahun ini.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |