15 Bahan Pangan yang Produksinya Paling Boros Lahan, Ada Ternak Sapi

1 hour ago 3

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia

26 August 2026 12:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua bahan pangan membutuhkan lahan yang sama untuk diproduksi.

Untuk menghasilkan 1 pound atau sekitar 0,45 kilogram daging domba, misalnya, dibutuhkan sekitar 1.806 kaki persegi lahan. Jumlah tersebut hampir 96 kali lebih besar dibandingkan gandum dan rye yang hanya membutuhkan sekitar 18,8 kaki persegi untuk jumlah produk yang sama.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa jejak lahan makanan sangat bergantung pada jenis produk yang dikonsumsi. Produk hewani tertentu membutuhkan lahan untuk penggembalaan sekaligus produksi pakan, sementara sejumlah tanaman pangan dapat menghasilkan produk dalam area yang jauh lebih kecil.

Domba dan Sapi Paling Boros Lahan

Daging dari kelompok ruminansia mendominasi posisi teratas. Daging domba dan kambing membutuhkan sekitar 1.805,6 kaki persegi lahan untuk menghasilkan satu pon produk.

Sheep and lambs graze in a field near Congleton, Britain, April 28, 2018. REUTERS/Peter CziborraSheep and lambs graze in a field near Congleton, Britain, April 28, 2018. REUTERS/Peter Cziborra Foto: REUTERS/Peter Cziborra

Di bawahnya terdapat daging sapi dari peternakan khusus sapi potong dengan kebutuhan 1.592,7 kaki persegi per pon. Jaraknya cukup jauh dari peringkat ketiga, yakni keju yang membutuhkan 428,6 kaki persegi.

Kebutuhan lahan yang besar pada daging ruminansia berkaitan dengan karakteristik produksinya. Selain lahan untuk memelihara hewan, sebagian lahan juga digunakan untuk menghasilkan pakan.

Dampaknya, produk dari hewan ruminansia seperti domba dan sapi berada jauh di atas sebagian besar makanan lain dalam daftar.

Cokelat Kalahkan Sapi Perah

Cokelat hitam membutuhkan sekitar 336,7 kaki persegi lahan per pon, lebih tinggi dibandingkan daging sapi yang berasal dari ternak perah dengan kebutuhan 211,1 kaki persegi.

Keju bahkan berada lebih tinggi lagi, mencapai 428,6 kaki persegi per pon. Besarnya kebutuhan lahan ini berkaitan dengan produksi susu dan jumlah susu yang diperlukan untuk menghasilkan keju.

Proses pengolahan biogas di peternakan sapi milik Pondok Pesantren Assyafaat, Depok, Jawa Barat, Kamis (5/9).  Dalam sehari kotoran sapi yang dihabiskan mencapai 25-30kg, untuk memenuhi kebutuhan memasak di peternakan tersebut. Untuk menghasilkan biogas dari kotoran sapi, Pak syarif melakukan persiapan seperti menghitung kebutuhan energi, menentukan model digester, membuat filter gas, membuat bahan baku isian. Semua itu harus harus dipenuhi agar dapat memproduksi biogas secara efisien dan hemat. Cara kerja biodigester untuk menghasilkan gas metan adalah sebagai berikut. Pertama, kotoran sapi dialirkan dari kandang ke kolam melalui got atau pipa. Kemudian kotoran sapi itu dicampur air dengan perbandingan 1:1 guna mengencerkan kotoran. Lalu, kotoran itu dimasukkan ke dalam reaktor berbentuk bulat untuk difermentasi, hingga mengeluarkan gas metan. Jika dikalkulasikan, ia dapat menghemat Rp 300 ribu per bulan.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Proses pengolahan biogas di peternakan sapi milik Pondok Pesantren Assyafaat, Depok, Jawa Barat, Kamis (5/9). Dalam sehari kotoran sapi yang dihabiskan mencapai 25-30kg, untuk memenuhi kebutuhan memasak di peternakan tersebut. Untuk menghasilkan biogas dari kotoran sapi, Pak syarif melakukan persiapan seperti menghitung kebutuhan energi, menentukan model digester, membuat filter gas, membuat bahan baku isian. Semua itu harus harus dipenuhi agar dapat memproduksi biogas secara efisien dan hemat. Cara kerja biodigester untuk menghasilkan gas metan adalah sebagai berikut. Pertama, kotoran sapi dialirkan dari kandang ke kolam melalui got atau pipa. Kemudian kotoran sapi itu dicampur air dengan perbandingan 1:1 guna mengencerkan kotoran. Lalu, kotoran itu dimasukkan ke dalam reaktor berbentuk bulat untuk difermentasi, hingga mengeluarkan gas metan. Jika dikalkulasikan, ia dapat menghemat Rp 300 ribu per bulan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Peternakan sapi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kopi juga berada cukup tinggi. Untuk menghasilkan 1 pound kopi dibutuhkan sekitar 105,6 kaki persegi lahan, lebih besar dibandingkan daging babi, kacang-kacangan, unggas maupun sejumlah tanaman pangan.

Makanan Pokok Paling Hemat Lahan

Gandum dan rye hanya membutuhkan 18,8 kaki persegi atau sekitar 1,75 meter persegi lahan untuk menghasilkan satu pound produk.

Kacang polong membutuhkan 36,4 kaki persegi, sementara kacang tanah 44,5 kaki persegi. Keduanya masih jauh di bawah daging domba maupun sapi.

Produk hewani lainnya juga menunjukkan perbedaan yang cukup besar. Daging unggas membutuhkan 59,7 kaki persegi dan daging babi 84,8 kaki persegi per pound, lebih rendah dibandingkan daging sapi dan domba.

Perbandingan ini memperlihatkan bahwa jenis makanan menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa besar tekanan produksi terhadap lahan. Bukan sekadar soal makanan hewani atau nabati, tetapi juga bagaimana makanan tersebut diproduksi dan berapa banyak lahan yang dibutuhkan di sepanjang prosesnya.

Ladang Gandum AS. (Pexels)Ladang Gandum AS. (Pexels) Foto: Ladang Gandum AS. (Pexels)

(mae/mae)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |