Destry Beberkan Kekuatan Ekonomi RI, Tapi Kredit Masih Jadi PR

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia baik dan prudent ke depannya. Hal ini diungkapkan dalam fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan Gubernur BI, Rabu (26/8/2026).

Destry mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuat, berdaya saing, dengan emerging market di kawasan. Kedua, inflasi domestik terjaga di tengah gejolak inflasi global yang lebih tinggi.

"Secara year on year, dengan inflasi sebesar 2,18% di bulan Agustus 2026 ini masih dalam sasaran kami 2,5% plus minus 1%," ujarnya.

Ketiga, dia yakin ekonomi Indonesia bisa tumbuh tinggi sejalan dengan disiplin fiskal pemerintah. Defisit fiskal RI, kata Destry, tercatat yang paling rendah di antara negara peers.

Modal terakhir, rasio utang pemerintah terkendali. Per Juni 2026, rasio utang pemerintah sebesar 41,26%, terendah dibandingkan Malaysia, Filipina dan Thailand.

"Secara keseluruhan ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat serta mampu menjaga stabilitas di tengah tantangan ekonomi global," katanya.

Namun demikian, Destry memperlihatkan sejumlah sektor yang harus digenjot pasalnya ekonomi Indonesia masih berada di bawah tingkat optimalnya, yakni pertumbuhan kredit, belanja ritel non tunai, kredit UMKM dan undisbursed loan.

"Pertumbuhan kredit masih dapat terus didorong mengoptimalkan Rp 2.048 triliun, atau 21,8% dari plafon," katanya.

Dari tantangan ini, Destry melihat menjaga stabilitas saja tidak cukup, BI perlu memperkuat bauran kebijakan. Oleh karena itu, BI harus adaptif dalam hal ini.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |