5 Makanan yang Wajib Dihindari Agar Jantung Tetap Sehat

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjaga kesehatan jantung tidak hanya sebatas memperbanyak konsumsi sayuran dan serat, tetapi juga membatasi makanan yang berdampak buruk bagi kardiovaskular. Pakar kesehatan jantung menyarankan untuk mengurangi makanan yang tinggi natrium, lemak jenuh, karbohidrat olahan, dan gula tambahan.

Meski tidak harus dihindari sepenuhnya, membatasi porsi dan frekuensi konsumsi lima jenis makanan berikut dapat membantu menjaga jantung tetap sehat, dilansir dari Eating Well, dikutip Senin (23/3/2026):

1. Daging Olahan

Daging olahan seperti sosis, bacon, hot dog, dan daging deli (deli meat) mengandung natrium dan lemak jenuh yang tinggi. Konsumsi rutin dapat menyulitkan pengendalian tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Seiring waktu, kombinasi ini memperparah penumpukan plak di arteri serta meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

2. Minuman Manis

Minuman berpemanis seperti soda, teh manis komersial, dan minuman berenergi memiliki kadar gula tinggi dengan minim nilai gizi. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan batas gula tambahan harian maksimal 25 gram untuk wanita dan 36 gram untuk pria.

Konsumsi gula berlebih dapat memicu lonjakan gula darah, resistensi insulin, penumpukan lemak viseral (lemak perut), serta peningkatan kadar trigliserida.

3. Burger Cepat Saji

Burger dari restoran cepat saji umumnya mengandung tiga nutrisi yang buruk bagi jantung jika dikonsumsi berlebih: lemak jenuh dari daging dan keju, karbohidrat olahan dari roti, serta natrium tinggi dari saus.

Selain itu, tingginya kalori pada burger cepat saji berkontribusi pada penambahan berat badan dan penumpukan lemak viseral yang membahayakan jantung.

4. Pastri dan Kue Manis

Makanan seperti donat dan kue manis umumnya dibuat menggunakan tepung olahan yang tinggi karbohidrat sederhana dan rendah serat. Makanan rendah serat kurang optimal dalam menjaga kestabilan kolesterol dan gula darah.

Pastri juga sering kali mengandung lemak jenuh tinggi untuk menciptakan tekstur lembut, yang terbukti dapat meningkatkan kolesterol LDL.

5. Mi Instan

Masalah utama pada mi instan adalah kandungan natriumnya yang sangat tinggi. Satu bungkus mi instan dapat mengandung hingga 1.860 miligram natrium, setara dengan 80 persen dari batas batas aman harian yang direkomendasikan (2.300 mg).

Selain itu, mi instan terbuat dari karbohidrat olahan yang digoreng. Studi menunjukkan bahwa konsumsi mi instan lebih dari sekali seminggu berkaitan erat dengan peningkatan trigliserida, tekanan darah, dan gula darah.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |