8 Fenomena Langit Sepanjang Maret, Ekuinoks Terjadi Saat Lebaran

8 hours ago 5

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

28 February 2026 21:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang memasuki bulan Maret yang tinggal satu hari lagi, langit malam akan segera diwarnai sederet fenomena astronomi menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Sepanjang Maret 2026, langit akan disuguhi berbagai peristiwa mulai dari gerhana bulan total atau blood moon, pertemuan Venus dan Saturnus, hingga momen bulan melintas dekat gugus bintang Pleiades dan bintang terang Regulus.

Sejumlah fenomena ini bahkan berpeluang bisa dilihat dari Indonesia, terutama saat cuaca cerah dan langit bebas dari polusi cahaya. Rangkaian pemandangan langit lainnya yang bisa dinikmati dengan mata telanjang, teropong, maupun teleskop kecil.

Tanggal 3 Maret: Gerhana Bulan Total

Pada 3 Maret akan hadir Bulan Purnama "Worm Moon". Tahun ini akan sangat istimewa karena bulan akan mengalami gerhana total.

Dalam fase total, bulan tidak akan menghilang dari pandangan. Sebaliknya, satelit alami bumi itu berubah warna menjadi jingga tembaga akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer bumi.

Fenomena ini kerap disebut sebagai Blood Moon. Namun secara ilmiah, warnanya lebih menyerupai tembaga ketimbang merah darah pekat.

Gerhana bulan total ini dapat disaksikan dari sebagian besar wilayah Amerika Utara, Asia, dan Oseania, dengan waktu pengamatan menyesuaikan zona masing-masing.

Gerhana ini juga bisa disaksikan di Indonesia sekitar pukul 18.30 WIB.

A lunar eclipse is seen in Sydney on November 08, 2022 in Sydney, Australia.  Australians will experience the first visible total lunar eclipse of the year on Tuesday, with the eclipse also being visible from New Zealand. (Brook Mitchell/Getty Images)Foto: Gerhana bulan terlihat di Sydney pada 08 November 2022 di Sydney, Australia (Getty Images/Brook Mitchell)
A lunar eclipse is seen in Sydney on November 08, 2022 in Sydney, Australia. Australians will experience the first visible total lunar eclipse of the year on Tuesday, with the eclipse also being visible from New Zealand. (Brook Mitchell/Getty Images)

Tanggal 7 dan 8 Maret: Konjungsi Venus dan Saturnus

Venus dan Saturnus bertemu rendah di langit barat pada mala mini. Konjungsi dapat diamati dengan teropong pada pukul 19:15, sementara teleskop kecil akan memperlihatkan cincin Saturnus yang tampak hampir sejajar.

Tanggal 18 Maret: Bulan Baru

Malam ini, bulan tampak tidak terlihat di langit. Namun sebenarnya bulan baru dan hanya tersembunyi dari pandangan kita.

Ini adalah malam yang sempurna untuk mengamati bintang. Pada mala mini lebih banyak galaksi terlihat dari Maret hingga pertengahan Mei, terutama pada awal malam hari.

Tanggal 19 dan 20 Maret: Bulan Bertemu Venus

Sekitar pukul 19:15 pada tanggal 19, bulan sabit bertemu dengan Venus. Carilah Venus di kiri atas bulan, rendah di langit barat.

Kemudian pada malam berikutnya, 20 Maret, Venus tampak menggantung di bawah bulan.

Tanggal 20 Maret: Ekuinoks Musim Semi

Ekuinoks Maret 2025 akan terjadi pada 20 Maret 2025, pukul 16.01 WIB. Fenomena ini menandai saat di mana matahari melintasi ekuator langit, bergerak dari belahan bumi selatan ke belahan bumi utara, yang mengakibatkan durasi siang dan malam yang hampir sama di seluruh dunia.

Peristiwa ini juga menandai awal musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan.

Pada hari ini, matahari akan terbit tepat di timur dan terbenam tepat di barat.


Tanggal 22 Maret: Bulan Dekati Pleiades

Pada 22 Maret, bulan sabit tipis akan melintas dekat Pleiades, salah satu gugus bintang paling terang dan paling mudah dikenali di langit malam. Fenomena ini bisa diamati di langit barat sesaat setelah cahaya senja mulai meredup, sekitar 60 hingga 90 menit setelah matahari terbenam.

Pleiades kerap tampak seperti sekumpulan titik cahaya kecil yang rapat. Di Indonesia, momen ini berpotensi menjadi salah satu pemandangan langit yang cantik karena bulan sabit yang tipis akan terlihat berdampingan dengan gugus bintang tersebut.

Venus yang sangat terang juga berpeluang masih terlihat rendah di atas ufuk barat sebelum akhirnya tenggelam.

Gugus bintang PleiadesFoto: pexels
Gugus bintang Pleiades

Tanggal 26 dan 27 Maret: Jupiter Bertemu Bulan

Menjelang akhir bulan, Jupiter akan tampak berdekatan dengan bulan cembung pada malam 26 hingga 27 Maret.

Keduanya akan terlihat menghiasi langit barat daya dan dapat diamati sejak selepas matahari terbenam hingga menjelang dini hari.

Fenomena ini cukup mudah dinikmati dengan mata telanjang karena Jupiter merupakan salah satu planet paling terang di langit malam.

Sebelum itu, pengamat juga bisa mencoba menangkap Venus yang tampak rendah dekat horizon barat saat senja, sebelum planet tersebut cepat menghilang dari pandangan.

Tanggal 29 Maret: Okultasi Regulus oleh Bulan

Pada malam 29 hingga 30 Maret, bulan akan tampak sangat dekat dengan Regulus, bintang terang yang menjadi salah satu penanda utama rasi Leo.

Di sejumlah wilayah Afrika, Asia, dan Eropa, fenomena ini bahkan akan berubah menjadi okultasi bulan, yakni saat bulan melintas tepat di depan Regulus sehingga bintang itu seolah menghilang sesaat dari pandangan.

Karena sebagian wilayah Asia masuk dalam jalur pengamatan, fenomena ini berpotensi menjadi salah satu peristiwa langit menarik di penghujung Maret.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |