Veteran Khandaq dan Hunain, serta Saksi Terakhir Baiat Ridwan
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
Oleh Prof. Dr. Tgk. H. Zulkarnain, MA (Abu Chik Diglee)
Di antara para sahabat Nabi Saw yang ahli tentang hadist dan ikut berperan dalam meriwayatkan hadist adalah Abdullah Bin Abi Aufa (عبد الله بن ابي اوفا ). Menurut Imam Ibnu al Mulaqqin al Syafi’i (W.804.H) bahwa hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah Bin Abi Aufa dari Nabi Saw berjumlah 95 buah hadist. Sepuluh hadist yang bersumber dari periwayatan Abdullan Bin Abi Aufa tersebut diabadikan oleh imam al Bukhari dan imam Muslim masing-masing di dalam kitab mereka yaitu kitab Shahih al Bukhari dan kitab Shahih Muslim (Lihat kitab al I’laam Bi Fawa’id ‘Umdat al Ahkaam, Juz 10, halaman, 94).
Ayah dari Abdullah Bin Abi Aufa adalah Alqamah Bin Khalid Bin Harits Bin Asid Bin Rifa’ah Bin Tsa’labah Bin Hawazin Bin Aslam al Kufi. Abdullah Bin Abi Aufa merupakan salah seorang sahabat Nabi Saw yang ikut dalam peristiwa Baiat Ridwan pada tahun 6 Hijriah atau tahun 628 Miladiah. Baiat Ridwan adalah peristiwa sumpah setia para sahabat Nabi Saw di bawah sebatang pohon di Hudaibiyah untuk tidak lari dan siap berjuang sampai titik darah penghabisan.
Baiat Ridwan dipicu oleh adanya kabar hoax atau kabar bohong tentang terbunuhnya sahabat Utsman Bin Affan oleh orang-orang kafir Quraisy, menjelang berlangsungnya Perjanjian Hudaibiyah. Keistimewaan Baiat Ridwan ini dihadiri lebih kurang 1.500 orang sahabat Nabi Saw, sedangkan peristiwa Baiat Ridwan diabadikan kisahnya di dalam al Qur’an surat al Fath ayat 18.
Di dalam catatan tinta sejarah, Baiat Ridwan terkadang ditulis dengan sebutan Bai’at al Syajarah artinya Janji Setia di Bawah Pohon. Keluarga besar Abdullah Bin Abi Aufa adalah keluarga yang mendapatkan keberkahan dari do’a Nabi Saw. Pada saat Abu Aufa (Alqamah Bin Khalid) ayah dari Abdullah Bin Abi Aufa menghadap Nabi Saw untuk menunaikan zakatnya, maka Nabi Saw berdo’a untuk Abu Aufa dan keluarganya. Do’a Nabi Saw tersebut, “Ya Allah Limpahkanlah Karunia dan Keberkahan kepada Abu Aufa dan Keluarganya”.
Pada saat Nabi Saw berdo’a saudara kandung Abdullah Bin Abi Aufa yaitu Zaid Bin Abi Aufa ikut mendampingi ayahnya dan ikut serta mendengar dan menjadi saksi atas do’a Nabi Saw untuk ayah dan keluarganya.
Abdullah Bin Abi Aufa ada bersama Nabi Saw di saat terjadinya perang Khandaq atau perang Parit yang terkadang juga disebut parang Ahzab (Aliansi). Perang Khandaq atau Ahzab terjadi pada bulan Syawal tahun ke-5 Hijriah atau bulan Maret tahun 627 Miladiah. Perang Khandaq berlangsung sekitar 27 hari dengan lokasi di sekitar perbatasan Madinah. Adapun arsitek pertahanan perang Khandaq ini adalah Salman al Farisi seorang sahabat Nabi Saw yang berasal dari Persia.
Selain itu, Abdullah Bin Abi Aufa pernah terluka pahanya terkena sabetan pedang musuh di medan pertempuran dalam peristiwa perang Hunain. Perang Hunain terjadi pada bulan Syawal tahun ke-8 Hijriah atau sekitar bulan Januari tahun 630 Miladiah. Perang Hunain terjadi tidak lama setelah peristiwa Fathu Makkah atau Pembebasan Kota Mekah dari cengkraman kafir Quraisy, di mana perang Hunain terjadi di lembah Hunain suatu lembah yang terletak antara kota Mekah dan kota Tha’if.
Dalam perang Hunain, pasukan Muslim berhadapan dengan orang orang kafir dari persekutuan Bani Hawazin dan Bani Tsaqif. Dalam perang Hunain pasukan Muslim yang berjumlah 12.000 orang berhadapan dengan pasukan gabungan Hawazin dan Tsaqif yang berjumlah 20.000 orang. Kemenangan umat Islam dalam perang Hunain tersebut diabadikan di dalam Al Qur’an surat al Taubah ayat 25-26. Abdullah Bin Abi Aufa sebagai sahabat Nabi Saw juga hadir dan turut serta di dalam perjanjian Hudaibiyah.
Perjanjian Hudaibiyah adalah sebuah Perjanjian Damai yang disepakati antara Nabi Saw dengan kafir Quraisy Mekah pada bulan Dzulqa’dah tahun ke-6 Hijriah atau pada bulan Maret tahun 628 Miladiah. Perjanjian Hudaibiyah terjadi setelah sebelumnya umat Islam dihalangi untuk menunaikan Ibadah Umrah. Perjanjian Hudaibiyah menghasilkan gencatan senjata selama 10 tahun dan dikemudian hari itu diakui dunia sebagai strategi diplomatik jitu yang membawa kemenangan jangka panjang bagi umat Islam.
Adapun beberapa hadist yang diriwayatan oleh Abdullah Bin Abi Aufa di antaranya adalah hadist berikut ini : غزونا مع النبي ص سبع غزوات ناكل الجراد. Artinya, Kami telah ikut berperang bersama Nabi Saw dalam tujuh peperangan, sedang kami hanya memakan belalang (H.R.Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Dalam hadist ini, Abdullah Bin Abi Aufa mengungkapkan tentang masa-masa sulit di saat peperangan terjadi, sampai sampai Nabi Saw dan para sahabat, mengatasi rasa lapar hanya menggunakan belalang yang dibakar kemudian dikonsumsi. Hadist lainnya yang diriwayatkan oleh Abdullah Bin Abi Aufa adalah hadist berikut ini, Rasulullah Saw bersabda : يا ايها الناس لا تتمنوا لقاء العدو و اسالوا الله العافية فاذا لقيتهم فاصبروا و اعلموا ان الجنة تحت ظلال السيوف.
Artinya, Wahai manusia ! Janganlah kalian berharap bertemu musuh, mohonlah keselamatan kepada Allah, namun jika kalian telah menghadapi mereka (para musuh) bersabarlah. Ketahuilah bahwa surga ada di bawah bayang-bayang pedang (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Sebagai seorang sahabat periwayat hadist, tentunya Abdullah Bin Abi Auf memiliki banyak murid yang kemudian mengambil riwayat darinya. Adapun di antara murid-murid dari Abdullah Bin Abi Aufa tersebut adalah Imam Abu Hanifah Nu’man Bin Tsabit, Ibrahim Bin Muslim al Hajari, Ibrahim Bin Abdurrahman al Saksaki, ‘Atha Bin Sa’ib, Abu Ishaq al Syaibani, Sulaiman al A’masy, dan lain lainnya. Setelah Nabi Saw wafat, Abdullah Bin Abi Aufa meninggalkan kota Madinah untuk menetap di kota Kufah dan di kota Kufah ini Abdullah Bin Abi Aufa wafat dalam usia kurang lebih 100 tahun.
Abdullah Bin Abi Aufa adalah sahabat Nabi Saw ahli hadist yang terakhir wafat di kota Kufah. Dengan wafatnya Abdullah Bin Abi Aufa pada tahun 86 Hijriah tersebut, maka tidak lagi tersisa dari sahabat Nabi Saw yang pernah ikut dalam peristiwa Baiat Ridwan. Abdullah Abi Aufa wafat pada era Dinasti Umayyah di masa kekhalifahan Walid Bin Abdul Malik. Wallahua’lam.
Penulis adalah Dosen Hadist Ahkam dan Hukum Keluarga Islam di Asia Tenggara Pascasarjana IAIN Langsa
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































