DPR Serukan Hemat Energi, Ancaman Krisis Global Kian Nyata

8 hours ago 2
Ekonomi

13 April 202613 April 2026

DPR Serukan Hemat Energi, Ancaman Krisis Global Kian Nyata Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Krisis energi global yang dipicu ketegangan geopolitik dan konflik berkepanjangan kian nyata dan berpotensi menekan perekonomian nasional. DPR RI pun mendorong peningkatan kesadaran publik untuk lebih bijak dalam menggunakan energi di tengah situasi yang tidak menentu.

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, menekankan pentingnya membangun sense of crisis di seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai, meskipun pemerintah telah berupaya menjaga stabilitas, ancaman krisis energi tetap harus diantisipasi bersama.

Menurut Nevi, pemerintah telah menunjukkan komitmen dengan menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil hingga akhir 2026. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global.

“Komitmen ini penting untuk stabilitas, tetapi publik juga perlu memahami kondisi yang sebenarnya terjadi,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (12/4/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi yang transparan dan mudah dipahami publik, mulai dari penyebab krisis, dampaknya terhadap Indonesia, hingga langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah. Selain itu, pelibatan tokoh publik hingga generasi muda dinilai krusial untuk memperkuat kampanye kesadaran energi.

Nevi mengingatkan bahwa dampak konflik global terhadap sektor energi telah berada pada level serius. Salah satu titik rawan adalah Selat Hormuz yang dilalui sekitar 21% pasokan minyak dunia dan sangat rentan terhadap gangguan. Dalam skenario terburuk, harga minyak bahkan berpotensi melonjak hingga US$ 200 per barel.

Kenaikan tersebut berisiko besar bagi Indonesia. Setiap kenaikan US$1 per barel diperkirakan dapat menambah beban negara hingga sekitar Rp10,3 triliun. Dampaknya juga akan terasa pada meningkatnya tekanan terhadap subsidi energi, inflasi, serta daya beli masyarakat.

“Ini bukan sekadar potensi, tetapi ancaman nyata yang harus direspons dengan kebijakan cepat dan terukur,” tegasnya.

Selain membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), krisis energi juga berpotensi menimbulkan dampak sistemik terhadap perekonomian nasional, termasuk sektor industri dan konsumsi rumah tangga.

Di tengah tekanan tersebut, Nevi menilai peran masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional. Ia mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola konsumsi dan lebih bijak dalam penggunaan energi.

Menurutnya, langkah sederhana seperti menghemat listrik dan bahan bakar dapat memberikan dampak signifikan jika dilakukan secara kolektif.

“Energi tidak lagi bisa dianggap selalu tersedia. Ada konsekuensi ekonomi besar di baliknya. Ini momentum untuk membangun kesadaran bersama,” pungkasnya. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |