Negosiasi Iran–AS Gagal, Picu Pelemahan IHSG, Rupiah Tembus 17.135

6 hours ago 2
Ekonomi

13 April 202613 April 2026

Negosiasi Iran–AS Gagal, Picu Pelemahan IHSG, Rupiah Tembus 17.135

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Gagalnya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali mengguncang pasar keuangan global. Ketegangan geopolitik yang meningkat memicu lonjakan harga minyak dunia sekaligus menekan kinerja pasar saham, nilai tukar rupiah, hingga harga emas pada perdagangan, Senin (13/4) pagi.

Harga minyak mentah dunia tercatat kembali melonjak dan bertahan di atas level US$100 per barel. Untuk jenis WTI, pada perdagangan pagi ini, Senin (13/4), menguat ke posisi US$104,4 per barel. Lonjakan ini memicu kekhawatiran baru terhadap tekanan inflasi global yang berpotensi menekan pasar keuangan.

Sejalan dengan itu, mayoritas bursa saham di Asia bergerak melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut terkoreksi dan dibuka turun ke level 7.410, dengan potensi menguji area support di kisaran 7.300.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan dan diperdagangkan melemah di level Rp17.135 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, menilai bahwa memburuknya tensi geopolitik menjadi faktor utama yang menekan pasar secara keseluruhan.

“Sentimen perang masih menjadi pemicu utama koreksi di pasar keuangan. Kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah bisa berlangsung lebih lama membuat pelaku pasar cenderung menghindari risiko,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan indeks dolar AS yang mencapai level 99 serta kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ke level 4,35% semakin memperburuk tekanan terhadap rupiah.

Menurutnya, rencana Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz juga menjadi sentimen negatif tambahan yang berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi.

“Jika blokade itu benar terjadi, maka harga minyak berpeluang bertahan di atas US$100 per barel, bahkan bisa naik lebih tinggi. Ini tentu akan berdampak luas terhadap inflasi global,” jelasnya.

Sementara itu, harga emas dunia justru mengalami koreksi dan diperdagangkan di level US$4.721 per ons troy. Namun, jika dikonversi ke rupiah, harga emas masih relatif tinggi akibat pelemahan mata uang domestik.

Saat ini, harga emas berada di kisaran Rp2,61 juta per gram. Meski demikian, emas masih dibayangi sentimen negatif seiring ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

“Pelaku pasar mulai berspekulasi bahwa The Fed berpotensi menunda pemangkasan suku bunga, atau bahkan tetap bersikap hawkish. Ini yang membuat harga emas global tertahan,” pungkas Gunawan. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |