Bos OJK Ungkap Alasan Bank Susah Salurkan Pinjaman Hingga Rp2.400 T

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pengawas perbankan Dian Ediana Rae mengungkapkan kondisi menantang terkait penyaluran kredit di Indonesia. Dirinya bahkan menyebut kondisi undisbursed loan yang angkanya cukup fantastis yakni sempat mencapai Rp 2.400 triliun.

Sebagai informasi, undisbursed loan merupakan terminologi fasilitas kredit atau pinjaman yang telah disetujui bank namun belum ditarik/dicairkan oleh nasabah.

"Kalau kita melihat perspektif lain undisbursed loan itu komitmen para pengusaha untuk kemudian bisa merealisasikan pinjaman ini," ungkap Dian dalam dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dirinya menilai tumpukan kredit yang belum ditarik oleh pengusaha tersebut terjadi karena kondisi bisnis yang masih belum optimal sehingga permintaan untuk merealisasikan pinjaman juga ikut tersendat.

"Persoalannya adalah bagaimana kita bisa menciptakan demand kredit yang signifikan," ungkap Dian.

Dirinya menilai hal ini dapat diwujudkan dengan konsep Indonesia Incorporated. Dian juga menilai banyak negara telah mengambil langkah serupa dan mampu mengerek permintaan kredit dan konsumsi.

"Kalau kita bisa mewujudkan Indonesia Incorporated semua simpang siur terkait perekonomian bisa lebih solid dan muncul komitmen bersama," jelas Dian.

Dian menilai komitmen bersama itu paling penting jangan sampai sektor ekonomi bergerak masing-masing tanpa arah yang jelas dan membuat visi besar tidak bisa terwujud. Dia menilai strategi industri hingga kebijakan investasi harus satu cluster sehingga mampu mendorong permintaan yang berkelanjutan. gimana demand yg

"Negara-negara berkembang yang bisa mengejar, hanya bisa dengan Incorporated seperti Korea Selatan, Jepang dan Singapura," jelas Dian.

Dirinya menegaskan ini adalah sesuatu yang harus diciptakan meskipun ia juga mengakui ini tantangan besar. Namun dia percaya langkah ini perlu dicoba karena tanpa Indonesia Incorporated dirinya merakan pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa berjalan dengan sangat cepat.

Dirinya juga mengungkapkan secara sederhana persoalan pinjaman yang belum direalisasikan tersebut dapat diselesaikan dengan solusi sistemik.

"Bayangkan Rp 2.400 triliun itu disalurkan saja itu udah sangat signifikan," ujar Dian.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |