Bukan Minyak, Ini 'Senjata' Iran yang Bikin Negara Tetangga Gemetar

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengancam akan menyerang fasilitas air vital, termasuk fasilitas desalinasi setelah menyatakan bahwa infrastruktur air dan energinya mengalami kerusakan dalam serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat.

Ancaman ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi tenggat waktu 48 jam (24 Maret pukul 06.00 pagi) kepada Teheran untuk segera membuka Selat Hormuz. Trump bahkan berjanji akan "menghancurkan" infrastruktur energi Iran jika jalur tersebut tetap ditutup.

Merespons hal itu, komando militer Iran Khatam Al-Anbiya menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan menargetkan fasilitas energi, teknologi, hingga desalinasi milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

"Seluruh infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik Amerika Serikat dan rezim (Israel) di kawasan akan menjadi target," demikian pernyataan resmi militer Iran, dikutip dari ArabNews, Senin (23/3/2026).

Padahal, peran fasilitas desalinasi di Timur Tengah sangat krusial, dengan ketersediaan air sekitar 10 kali lebih rendah dibandingkan rata-rata global, menurut Bank Dunia.

Hal ini membuat fasilitas desalinasi sangat penting bagi ekonomi dan pasokan air minum di kawasan. Sekitar 42% kapasitas desalinasi dunia berada di Timur Tengah, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Nature.

Air hasil desalinasi menyumbang 42% pasokan air minum di Uni Emirat Arab, 70% di Arab Saudi, 86% di Oman, dan 90% di Kuwait.

Menteri Energi Iran, Abbas Aliabadi, mengungkapkan bahwa konflik yang berlangsung telah merusak puluhan fasilitas air dan jaringan distribusi penting di negaranya.

Di sisi lain, serangan terhadap fasilitas air dinilai sangat berisiko. Ekonom air Esther Crauser-Delbourg memperingatkan bahwa langkah ini bisa memicu konflik yang jauh lebih besar.

"Kita bisa melihat kota-kota besar mengalami eksodus. Dan pembatasan air," ujarnya.

Kekurangan air juga berpotensi mengguncang ekonomi, termasuk sektor pariwisata, industri, dan pusat data yang membutuhkan air dalam jumlah besar untuk pendinginan.

Meski demikian, ada beberapa langkah mitigasi. Fasilitas desalinasi biasanya saling terhubung, sehingga dampak dapat dibatasi jika satu fasilitas berhenti beroperasi.

Sebagian besar juga memiliki cadangan air untuk dua hingga tujuh hari konsumsi, cukup untuk mencegah krisis selama gangguan tidak berkepanjangan.

(hoi/hoi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |