Jakarta, CNBC Indonesia - Citra satelit mengungkap Amerika Serikat (AS) menyiagakan sistem pertahanan udara Patriot menggunakan peluncur bergerak berbasis truk di Qatar, seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran sejak awal tahun.
Langkah tersebut terpantau di Pangkalan Udara al-Udeid, pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah. Berdasarkan analisis citra satelit awal Februari, rudal Patriot terlihat dipasang pada Truk Taktis Mobilitas Berat M983 (Heavy Expanded Mobility Tactical Truck atau HEMTT), menggantikan konfigurasi peluncur semi-statis yang biasa digunakan.
Analis citra forensik dari Contested Ground, William Goodhind, menilai penempatan ini menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan militer AS di kawasan.
"Keputusan ini memberi rudal Patriot mobilitas yang jauh lebih besar, sehingga dapat dipindahkan ke lokasi alternatif atau diposisikan ulang dengan kecepatan lebih tinggi," ujar Goodhind, seperti dikutip Reuters, Rabu (11/2/2026).
Menurut dia, penggunaan peluncur bergerak memungkinkan sistem pertahanan udara tersebut dikerahkan secara lebih fleksibel, baik untuk menghadapi ancaman serangan maupun sebagai langkah pencegahan jika konflik dengan Iran meningkat.
Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran terkait program nuklir dan rudal balistiknya, serta dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok sekutu di Timur Tengah. Meski demikian, upaya diplomasi untuk mencegah konflik terbuka disebut masih berlangsung.
Iran sebelumnya telah memperingatkan akan melakukan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan jika wilayahnya diserang. Saat ini, AS memiliki pangkalan militer di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Irak, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Turki, serta pangkalan strategis di Diego Garcia, Samudra Hindia.
Citra satelit juga menunjukkan peningkatan aktivitas militer AS di Pangkalan Udara al-Udeid. Gambar tanggal 1 Februari memperlihatkan satu pesawat pengintai RC-135, tiga pesawat C-130 Hercules, 18 pesawat tanker KC-135 Stratotanker, dan tujuh pesawat angkut berat C-17. Jumlah ini meningkat dibandingkan citra pertengahan Januari yang mencatat 14 pesawat KC-135 dan dua C-17.
Selain itu, hingga 10 unit sistem pertahanan udara Patriot terpantau diparkir di atas HEMTT dalam kondisi siap digerakkan. Namun, hingga Selasa waktu setempat, belum dapat dipastikan apakah seluruh sistem tersebut masih berada di lokasi yang sama.
Juru bicara Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan citra satelit tersebut.
Di sisi lain, Iran mengklaim telah menambah persediaan rudalnya setelah konflik selama dua pekan pada musim panas lalu, ketika Israel menyerang fasilitas nuklir dan sejumlah target militer Iran, yang kemudian diikuti oleh operasi militer AS. Iran diketahui memiliki jaringan kompleks rudal bawah tanah di sekitar Teheran, Kermanshah, Semnan, serta wilayah pesisir Teluk.
Aktivitas militer Iran juga terpantau melalui citra satelit. Kapal induk drone Angkatan Laut Iran, IRIS Shahid Bagheri, terlihat berada sekitar 5 kilometer dari Bandar Abbas pada 27 Januari dan kembali terpantau di wilayah yang sama pada 10 Februari.
Sementara itu, peningkatan jumlah pesawat militer AS juga terdeteksi di sejumlah pangkalan lain di Timur Tengah, termasuk di Yordania, Arab Saudi, Oman, serta Diego Garcia, menandakan meningkatnya kesiapsiagaan militer AS di tengah memanasnya situasi kawasan.
(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3
















































