Deteksi Kanker Lebih Akurat, Ini Perbedaan Teknologi PET-CT dan SPECT-CT

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan berbagai penyakit. Mengingat banyak penyakit baru terdiagnosis ketika sudah memasuki tahap lanjut dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.

Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya akses terhadap teknologi medis canggih untuk deteksi dini. Beruntung, saat ini telah hadir PET CT Scan dan SPECT CT Scan sebagai teknologi kedokteran nuklir untuk mendeteksi fungsi dan aktivitas sel dalam tubuh.

Menurut dr. Lim Andreas, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, PET CT Scan dan SPECT CT Scan memang sama-sama berfungsi untuk mendeteksi, namun keduanya memiliki prinsip yang berbeda dan saling melengkapi untuk menyesuaikan kebutuhan pasien.

"Keduanya saling melengkapi, namun biasanya PET CT Scan digunakan dalam bidang onkologi untuk menilai metabolisme gula pada sel jinak maupun ganas, sedangkan SPECT CT Scan untuk mengevaluasi fungsi berbagai organ. Keduanya bertujuan menegakkan diagnosis yang lebih akurat," ujar dr. Lim dikutip Senin (23/3/2026).

Lantas apa perbedaan mendasar antara PET CT Scan dan SPECT CT Scan ?

Untuk diketahui, PET CT Scan fokus untuk memeriksa aktivitas metabolisme sel, termasuk mendeteksi sel kanker yang aktif, menentukan stadium, mendeteksi penyebaran, serta memantau respons terapi dan kekambuhan.

Biasanya PET CT Scan sering dipakai pada berbagai jenis kanker seperti paru, payudara, tiroid, kolorektal, hati, limfoma, prostat, urologi, ginekologi (serviks, ovarium, endometrium), serta kanker kepala dan leher yang memerlukan evaluasi menyeluruh. PET CT Scan digunakan baik pada tahap diagnosis awal, staging, evaluasi pasca terapi, maupun pemantauan jangka panjang.

Sedangkan, SPECT CT Scan berfokus menilai fungsi organ atau jaringan dan membedakan jaringan dan organ yang normal dan tidak normal, serta memberikan gambaran performa organ lebih terarah.

SPECT CT Scan tidak terbatas untuk deteksi kanker, tetapi juga sering dipakai untuk mengevaluasi penyakit jantung, otak, paru-paru, ginjal, tulang, otak, serta kelenjar tiroid dan paratiroid, pemantauan pasca terapi yodium radioaktif (radioiodine), mendeteksi penyebaran kanker tulang, dan juga banyak digunakan pada kasus neurologi. SPECT CT Scan ini membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan merencanakan terapi yang lebih tepat dan personal, hingga mengevaluasi respons terhadap pengobatan.

PET CT Scan dan SPECT CT Scan menggunakan teknologi terkini dengan keunggulan yang dapat mendukung pemeriksaan pasien, diantaranya paparan radiasi yang lebih rendah (low radiation technology), dengan resolusi yang lebih tinggi, sehingga mampu menghasilkan gambar yang lebih tajam dan akurat. Selain itu, proses pemeriksaannya relatif lebih cepat dan nyaman bagi pasien.

Saat ini, hanya sedikit rumah sakit di Indonesia yang memiliki layanan canggih PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan namun, kabar baiknya layanan ini dimiliki Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang menghadirkan fasilitas ini melalui layanan unggulan Oncology Center untuk mendukung perawatan kanker secara menyeluruh (Comprehensive Cancer Care).

Pemeriksaan PET CT Scan dan SPECT CT Scan dilakukan berdasarkan keputusan klinis dari tim dokter berpengalaman yang tergabung dalam Tumor Board, yang berkolaborasi aktif untuk menyusun rencana perawatan terbaik bagi pasien. Selain itu, terdapat dukungan Patient Navigator yang terdiri dari dokter dan perawat untuk mendampingi pasien selama seluruh proses perawatan.

Jika Anda atau keluarga memerlukan layanan deteksi dini kanker dengan teknologi canggih PET CT Scan atau SPECT CT Scan dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter di Mayapada Hospital. Penjadwalan konsultasi dapat dilakukan dengan menghubungi call center 150770 atau melalui aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.

Informasi seputar layanan Oncology Center dan layanan unggulan lainnya di Mayapada Hospital dapat diketahui melalui MyCare dalam fitur Health Articles & Tips. Ada pula fitur Personal Health yang mendukung gaya hidup sehat dengan memantau detak jantung, menghitung jumlah langkah kaki, jumlah kalori terbakar, serta Body Mass Index (BMI).

(dpu/dpu)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |