Gerakan Kecoa Turun ke Jalan, Demo Besar-besaran di Depan DPR

16 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia- Ratusan pendukung gerakan "kecoa" dilaporkan berkumpul di ibu kota New Delhi, India, Senin (20/7/2026). Mereka berunjuk rasa di depan DPR India, menuntut pengunduran diri para pejabat meskipun polisi menolak izin untuk melakukan protes.

Mengutip Reuters, aksi itu digelar bertepatan dengan dimulainya sidang parlemen. Massa Gerakan Cockroach Janta Party (CJP) menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi resign menyusul skandal kebocoran soal ujian nasional yang memicu kemarahan jutaan pelajar dan mahasiswa.

Disebut bagaimana kawasan Jantar Mantar, lokasi berkumpulnya para demonstran, dijaga ketat aparat kepolisian dan personel paramiliter. Barikade dipasang di sejumlah titik untuk mencegah massa bergerak menuju gedung parlemen.

"Mundur, berhenti... Dharmendra Pradhan berhenti," teriak para pengunjuk rasa.

"Narendra Modi berhenti," tambah para pendemo lain dalam bahasa Hindi mengacu ke sang PM.

Perlu diketahui, gerakan kecoa ini sendiri bermula setelah soal ujian masuk sekolah kedokteran nasional bocor pada Mei lalu. Kebocoran itu berdampak pada lebih dari 2 juta peserta ujian, yang akhirnya harus mengikuti ujian ulang.

Gerakan yang awalnya berkembang di media sosial itu kini berubah menjadi aksi massa besar. Dalam hitungan hari, akun media sosial CJP disebut berhasil mengumpulkan sekitar 22 juta pengikut di Instagram, sebelum kemudian memperoleh dukungan dari sejumlah partai oposisi.

Situasi semakin memanas setelah aktivis Sonam Wangchuk, yang bergabung dalam aksi duduk sejak akhir Juni dan melakukan mogok makan, dipindahkan secara paksa ke rumah sakit oleh aparat pada Sabtu lalu. Peristiwa itu memicu gelombang simpati dan mendorong lebih banyak demonstran datang ke ibu kota.

Melalui surat yang diunggah di akun X miliknya dari rumah sakit, Wangchuk menyatakan akan mengakhiri aksi mogok makan jika pemerintah bersedia bertanggung jawab atas kegagalan sistem pendidikan. Termasuk kebocoran soal ujian atau jika para demonstran diizinkan menyampaikan aspirasi mereka di parlemen.

"Semua pemimpin yang berkuasa tidak kompeten. Saya datang untuk memprotes karena kami tidak ingin lagi ada kebocoran soal ujian. Ini harus diakhiri," kata mahasiswa berusia 21 tahun yang datang dari Kota Meerut, Adi Nathan, menghadiri protes.

"Kami ingin korupsi ini berakhir. Kami ingin semua kecurangan dalam kebocoran soal ujian dihentikan," ujar mahasiswa lainnya, Mohammed Tabrez (22), yang mengatakan dirinya datang dari Negara Bagian Uttar Pradesh untuk menyuarakan penolakan terhadap praktik korupsi dalam penyelenggaraan ujian.

Sementara itu, para analis menilai menguatnya gerakan CJP mencerminkan meningkatnya frustrasi generasi muda terhadap tingginya pengangguran dan berulangnya skandal kebocoran soal ujian. Data pemerintah menunjukkan tingkat pengangguran nasional pada 2025 mencapai 3,1% untuk penduduk usia 15 tahun ke atas.

Namun, pada kelompok usia 15-29 tahun, angkanya jauh lebih tinggi yakni 9,9%, bahkan mencapai 13,6% di wilayah perkotaan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu meluasnya gelombang protes terhadap pemerintahan PM Modi.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |