Harga Emas Terkoreksi, Rupiah Dan IHSG Tertekan Sentimen Global

3 hours ago 2
Ekonomi

6 Februari 20266 Februari 2026

Harga Emas Terkoreksi, Rupiah Dan IHSG Tertekan Sentimen Global

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Harga emas dunia mengalami koreksi dan diperdagangkan di kisaran US$4.718 per ons troy atau sekitar Rp2,6 juta per gram. Pelemahan harga emas ini dipicu meredanya tensi geopolitik setelah muncul kabar kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk melakukan perundingan di Oman.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan bahwa diplomasi kedua negara tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas yang selama ini berperan sebagai aset lindung nilai.

“Kesepakatan Iran dan AS untuk membuka jalur diplomasi membuat ketegangan geopolitik mereda. Kondisi ini menekan minat pelaku pasar terhadap emas, meskipun pasar masih menunggu hasil konkret dari pertemuan tersebut,” ujar Gunawan, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, tekanan pada harga emas berpotensi berlanjut apabila perundingan menghasilkan kesepakatan dan risiko perang dapat dihindari. Namun sebaliknya, jika diplomasi gagal, harga emas berpeluang kembali menguat.

“Untuk sementara pelaku pasar cenderung bersikap wait and see. Selain isu geopolitik, emas juga sebelumnya tertekan oleh sentimen pencalonan Gubernur The Fed oleh Presiden AS yang memicu volatilitas pasar,” jelasnya.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini terpantau melemah ke level Rp16.880 per dolar AS. Penguatan USD Index yang naik hingga 97,93 menjadi faktor utama pelemahan mata uang Garuda.

“Rupiah masih berada dalam tekanan eksternal. Pada perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp16.800 hingga Rp16.930 per dolar AS,” kata Gunawan.

Tekanan terhadap pasar keuangan domestik juga datang dari keputusan Moody’s yang menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat kredit Indonesia masih dipertahankan.

“Kabar dari Moody’s ini menjadi sentimen negatif tambahan bagi rupiah dan pasar saham, walaupun secara fundamental pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 tercatat cukup solid di angka 5,11%,” ungkapnya.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pagi terpantau dibuka melemah di level 7.945 dan mengalami penurunan lebih dari 2 persen. Tekanan pada IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen geopolitik global serta kebijakan lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan MSCI.

“Pelaku pasar masih sangat berhati-hati. Selama ketidakpastian global dan sentimen negatif eksternal belum mereda, IHSG berpotensi tetap bergerak volatil,” pungkas Gunawan. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |