Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sumatera Utara mendesak PT Pertamina (Persero) mencopot Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Langkah ini diajukan karena pihaknya menilai manajemen regional tersebut gagal menjaga stabilitas pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Ketua Umum DPD IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, Kamis (05/02/2026) menyatakan, rentetan krisis distribusi energi dalam empat bulan terakhir di wilayah Sumatera Bagian Utara menjadi bukti ketidakmampuan pihak terkait. “Dalam empat bulan terakhir, kita menyaksikan krisis energi berulang. Antrean BBM mengular, SPBU kosong, distribusi lumpuh pasca bencana, hingga LPG 3 kilogram langka. Ini bukti kegagalan manajerial,” ujar Rahmat.
IMM Sumut mencatat, antrean panjang BBM terjadi di berbagai daerah seperti Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Tebingtinggi, hingga kawasan Tapanuli termasuk Kota Padangsidimpuan baru-baru ini. Warga harus mengantre berjam-jam dan bahkan terpaksa berpindah antar SPBU karena kehabisan stok, yang dinilai mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Energi seharusnya menjadi layanan publik paling dasar. Tapi yang terjadi justru rakyat dipaksa antre berjam-jam,” kata Rahmat.
Di sejumlah titik, stok BBM di SPBU dilaporkan habis saat antrean masih panjang. Hal ini diperlihatkan sebagai bukti lemahnya manajemen distribusi dan cadangan pasokan di tingkat hilir, padahal pihak Pertamina kerap menyampaikan stok BBM dalam kondisi aman. Menurutnya, perbedaan antara klaim dan realitas lapangan menunjukkan persoalan serius dalam tata kelola distribusi regional.
Rahmat juga mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM pernah terjadi di Kota Padangsidimpuan pada akhir Februari sampai awal Januari 2016. “Ini bukan insiden sesaat, melainkan akumulasi dari kegagalan manajerial dan lemahnya pengawasan distribusi BBM di tingkat regional,” ungkapnya. [***]
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































