Investor JELI Kena Prank, Antrean Jual 68 Juta Lot Bikin Panic Selling

8 hours ago 3

Jakarta, CNCB Indonesia — Emiten produsen Jelly Inaco PT Niramas Utama Tbk. (JELI) mengungkap adanya kejadian tidak wajar pada perdagangan saham perseroan yang memicu kepanikan di pasar.

Manajemen menjelaskan, pada 30 Juli 2026, muncul antrean penawaran jual sekitar 68 juta lot saham JELI, jauh melebihi total saham tercatat sebanyak 12,66 juta lot maupun saham yang beredar di publik (free float) sebanyak 2,66 juta lot.

Perseroan menjelaskan kondisi tersebut memicu tekanan jual (panic selling) sehingga harga saham JELI bergerak tidak terkendali di pasar. JELI menilai kejadian itu merugikan perseroan karena berdampak terhadap pembentukan harga saham serta reputasi emiten di mata investor.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Juli 2026, BEI memastikan kejadian tersebut bukan disebabkan oleh gangguan sistem bursa, serangan siber (cyberattack), maupun gangguan teknis (glitch) pada sistem perdagangan BEI.

"Penelusuran awal BEImenunjukkan adanya kesalahan pada sistem Anggota Bursa (AB) yang mengakibatkan munculnya penawaran jual dalam jumlah yang jauh melebihi jumlah saham Perseroan yang tercatat. Permasalahan pada sistem AB tersebut saat ini masih dalam proses penanganan," sebagaimana diungkap dari keterbukaan informasi BEI, Jumat, (31/7/2026).

BEI menyebut permasalahan pada sistem Anggota Bursa tersebut masih dalam proses penanganan lebih lanjut. Sementara itu, JELI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan regulator dan pihak terkait untuk memastikan penyelesaian masalah berjalan dengan baik.

Perseroan menegaskan kejadian tersebut hanya berdampak pada persepsi pasar yang memicu tekanan jual dan pergerakan harga saham yang tidak wajar. Namun, kondisi itu tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

JELI juga memastikan fundamental bisnis dan operasional perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika pasar yang terjadi. Perseroan menegaskan komitmennya untuk menjalankan keterbukaan informasi, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta komunikasi yang transparan kepada investor dan pemangku kepentingan.

Sebagai gambaran, pada Rabu, (29/7/2026) saham JELI tiba-tiba tertekan sedalam 8,27% ke angka Rp610. Pelemahan ini berlanjut hingga besoknya dengan pelemahan 0,82%.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |