Iran Ajukan Usulan Berlakukan Tarif Lintas Di Selat Hormuz

9 hours ago 3
Ekonomi

Iran Ajukan Usulan Berlakukan Tarif Lintas Di Selat Hormuz

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

TEHERAN (Waspada.id): Iran mengajukan usulan kontroversial dengan rencana memberlakukan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebagai bagian dari skema menuju kesepakatan damai dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz yang hanya selebar sekitar 34 kilometer dan berada di antara Iran dan Oman merupakan jalur vital perdagangan global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia serta berbagai komoditas penting seperti pupuk bergantung pada jalur ini.

Mengutip laporan Reuters, seorang pejabat senior Iran menyebut pungutan biaya lintas tersebut menjadi salah satu syarat dalam kesepakatan damai permanen pasca konflik yang memuncak pada akhir Februari 2026. Besaran tarif disebut akan bervariasi, tergantung jenis kapal dan muatannya.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabdi, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyusun protokol bersama Oman. Nantinya, setiap kapal diwajibkan memiliki izin dan lisensi khusus untuk melintas.

Iran berdalih kebijakan ini bukan untuk membatasi, melainkan “memfasilitasi” lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.

Penolakan Keras Dunia Internasional

Usulan tersebut langsung menuai reaksi keras dari berbagai negara. Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa kebebasan navigasi, khususnya untuk distribusi minyak, tidak boleh dikenakan biaya dalam kondisi apa pun.

Negara-negara Teluk juga menyuarakan kekhawatiran. Uni Emirat Arab menilai jalur internasional tidak boleh “disandera” oleh kepentingan sepihak, sementara Qatar meminta pembahasan mekanisme keuangan ditunda hingga jalur tersebut sepenuhnya dibuka kembali.

Secara hukum internasional, kebijakan ini dinilai bermasalah. Berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS), negara yang berbatasan dengan selat internasional tidak diperkenankan memungut biaya hanya untuk hak melintas. Pungutan hanya diperbolehkan untuk layanan tertentu seperti pemanduan kapal atau jasa tunda.

Hal ini berbeda dengan Terusan Suez di Mesir atau Terusan Panama yang merupakan jalur buatan manusia dan memang mengenakan tarif resmi.

Dampak Besar bagi Ekonomi Dunia

Selat Hormuz kerap dijuluki sebagai “leher” ekonomi global karena perannya yang sangat krusial. Penutupan atau gangguan di jalur ini telah memicu lonjakan harga energi serta mengganggu rantai pasok global, termasuk distribusi pupuk yang berdampak pada sektor pangan.

Tidak seperti Selat Malaka atau Selat Gibraltar yang masih memiliki jalur alternatif, distribusi energi dari Teluk Persia hampir tidak memiliki pengganti yang efisien jika Selat Hormuz ditutup.

Pengamat menilai, jika Iran tetap melanjutkan rencana ini, dunia akan menghadapi dilema besar. Opsi militer untuk membuka jalur dinilai berisiko tinggi dan berpotensi memicu konflik berkepanjangan.

Langkah Iran untuk mengomersialisasi jalur strategis ini pun dinilai sebagai preseden berbahaya yang berpotensi mengubah tatanan hukum maritim internasional sekaligus mengguncang stabilitas ekonomi global secara permanen. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |