Masa Pencarian Korban Mobil Inova Masuk Sungai Lae Kombih Berakhir, Ditemukan Bantal Diduga Milik Korban

6 hours ago 7
Aceh

Masa Pencarian Korban Mobil Inova Masuk Sungai Lae Kombih Berakhir, Ditemukan Bantal Diduga Milik Korban

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

SUBULUSSALAM (Waspada.id): Berakhir masa pencarian korban warga Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam hari ketujuh, Senin (6/4) yang jatuh ke jurang sungai Lae Kombih, Senin (30/3) pekan lalu, kecuali pasangan suami istri (pasutri), hanya ditemukan satu bantal diduga milik korban.

Demikian Komandan Regu Golf Basarnas Medan, Romy Erwin Putra (foto) kepada sejumlah wartawan di Posko Pencarian Sikelang, Senin (6/4).

Dikatakan, pihaknya bahkan belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan mobil, terlebih korban hingga berakhir masa pencarian, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) selama tujuh hari sejak, Selasa (31/3) menggunakan drone, menyisir seluruh area sungai dari titik kejadian di Pakpak Bharat, terus ke air terjun Kedabuhen Jontor, Sikelang hingga Jembatan Lae Kombih bersama Tim SAR Kota Subulussalam.

Diakui, tidak diketahui kedalaman sungai menjadi salah satu kesulitan proses pencarian, bahkan keberadaan mobil pun belum terdeteksi.

Menjawab wartawan terkait harapan keluarga korban agar Basarnas memperpanjang masa pencarian, Romy sebut prosedurnya melalui permintaan daerah, baik Kabupaten Pakpak Bharat ataupun Pemko Subulussalam ke Basarnas Medan. Namun, SOP masa pencarian selama tujuh hari telah berakhir dan pihaknya harus kembali ke Medan.

Alur Sungai Lae Kombih.

Diketahui, dikabarkan masuk jurang sungai Lae Kombih mobil Inova BK 1213 SP, disopiri Rudi Simanjuntak bersama istrinya, Risma Tumangger di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Pakpak Bharat, Sumut, Senin (30/3) malam menyisakan duka mendalam anak-anak korban dan seluruh famili, keluarga.

Meski pencarian telah berakhir, pihak keluarga, sebagaimana disampaikan S. Solin kepada Waspada.id, pihak keluarga akan terus melakukan upaya pencarian korban, selain dilaksanakan Yasinan selama tujuh malam ke depan di rumah duka. “Malam nanti, malam kedua,” pesan WA Solin, Selasa (7/4).

Pihak keluarga, disebut juga masih menerima kunjungan dari sejumlah keluarga, kerabat dan famili dalam rangkaian takjiah ke rumah duka, diantaranya Perwiritan Ibu Aisyah, Penanggalan dipimpin Ibu Linda dan perwakilan Perwiritan Kaum Bapak, dipimpin Ustad Iskandar.

Peristiwa pertama tahun 2026 dengan korban pasutri yang meninggalkan empat orang ini menambah catatan semakin seringnya terjadi kecelakaan tunggal ke jurang sungai Lae Kombih, bahkan nyaris setiap tahun di jalan nasional lintas Aceh – Sumut yang memakan korban jiwa, termasuk ada di antara korban tidak ditemukan.

Warga juga berharap, sejumlah janji yang acap disampaikan pemerintah daerah setempat pada pascakejadian, seperti memperbaiki, memperluas ruas jalan hingga membuat pagar pembatas/pengaman antisipasi kecelakaan, tidak hanya sebatas janji. (id130)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |