SELASA, 7 April 2026, sekira pukul 11:30, langit Aceh Utara terlihat cukup cerah, meskipun sempat disiram gerimis beberapa saat, sebelum kegiatan peresmian sumur bor bantuan dari PT Pegadaian (BUMN) untuk Dayah Sirajul Huda Al-Islamiyah, Gampong Matang Maneh, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Sisa-sisa amukan banjir bandang masih terlihat jelas, meskipun peristiwa tersebut telah berlalu beberapa bulan lamanya. Bekas lumpur masih menempel di hampir semua banguan di dayah itu dan bahkan rumput yang mati akibat genangan banjir pun belum tumbuh sempurna.
Ketika banjir bandang datang menerjang, pada akhir November 2025, hampir seluruh gampong di 27 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara porak-poranda. Seluruh sektor kehidupan masyarakat sempat lumpuh untuk beberapa saat. Bukan hanya kekurangan makanan, mereka juga kesulitan untuk mendapatkan sumber air bersih. Pasalnya, sumber air bersih dari sumur warga berubah keruh dan berbau tak sedap.
Melihat situasi tersebut, Pegadaian berupaya melakukan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara melalui Program Pegadaian Peduli dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Yaitu dana yang wajib dianggarkan oleh perusahaan tersebut untuk tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Program ini menyasar kebutuhan paling mendasar masyarakat, seperti penyediaan sumber air bersih untuk masyarakat di wilayah terdampak. Selain itu, Pegadaian juga membantu penguatan pendidikan keagamaan. Di Aceh Utara, Pegadaian telah berhasil membersihkan dan menormalisasi 120 sumur warga yang rusak.
“Ini kami lakukan untuk memudahkan masyarakat di wilayah terdampak dalam mendapatkan air bersih. Alhamdulillah…di Aceh Utara, kami telah berhasil membersihkan 120 sumur dan sumur-sumur tersebut telah berfungsi dengan baik,” kata Direktur Jaringan dan Operasional Pegadaian, Eka Pebriansyah, Selasa (7/4) pukul 11:30, usai kegiatan peresmian sumur bor di lingkungan Dayah Sirajul Huda Al-Islamiyah.
Menjawab Waspada.id, Eka Pebriansyah pada kesempatan itu memberitahukan, pihaknya memilih program ini, karena menyadari bahwa air bersih merupakan kebutuhan vital atau merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terdampak. Dan bahkan, sebut dia lagi, setelah banjir surut ancaman penyakit justru meningkat akibat krisis air bersih.
Kepada Waspada.id, Eka juga memberitahukan, program ini juga bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan kesehatan warga. Dengan bersihnya sumur-sumur, masyarakat tidak harus membeli air bersih hanya untuk mencuci atau mandi.
Dalam keterangannya, pada kesempatan itu, Eka Pebriansyah menegaskan bahwa Aceh Utara menjadi salah satu fokus utama penyaluran bantuan karena merupakan wilayah dengan dampak bencana yang cukup besar. Program ini, kata dia, merupakan bagian dari respons cepat Pegadaian dalam mendukung pemulihan masyarakat secara menyeluruh.
“Kami melihat kebutuhan di Aceh Utara sangat mendesak, terutama pascabencana. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Warga Matang Maneh Antusia Sambut Bantuan Sumur Bor
Para santri Dayah Sirajul Huda Al-Islamiyah dan masyarakat Gampong Matang Maneh, antusias menghadiri dan menyaksikan kegiatan peresmian sumur bor dari perusahaan pelat merah tersebut. Kegiatan peresmian sumur bor ini, selain dihadiri jajaran pimpinan Pegadaian yaitu Komisaris Utama A.M. Putranto, dan Direktur Utama Damar Latri Setiawan. Juga ikut disaksikan oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil.
“Alhamdulillah, terima kasih Pegadaian. Sumur bor ini sangat bermanfaat, karena airnya nanti akan dimanfaatkan oleh para santri yang belajar ilmu agama di dayah ini. Bantuan ini sangat kami butuhkan,” ucap salah seorang warga Gampong Matang Maneh, Abdul Manaf.
Bantuan Penguatan Pendidikan Keagamaan
Selain membantu membersihkan dan menormalisasi 120 sumur warga, serta membangun 1 unit sumur bor untuk dayah terdampak banjir, Pegadaian juga menyalurkan bantuan untuk penguatan pendidikan keagamaan dengan cara mendistribusikan perlengkapan sekolah kepada 300 anak dari keluarga kurang mampu. Diharapkan, bantuan ini dapat menjaga keberlangsungan pendidikan di tengaj tekanan ekonomi pascabencana.
“Alhamdulillah, kami dari Pegadaian sudah menyalurkan bantuan berupa 708 kitab. Bantuan ini kita salurkan untuk Dayah Sirajul Huda Al-Islamiyah sebanyak 354 kitab. Dan sebanyak 353 kitab kita serahkan untuk Dayah Bustanul Tazkirah 9Cabang Dayah Abu Paya Pasi) di Gampong Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye.”
Bupati Aceh Utara Apresiasi PT Pegadaian (BUMN)
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil pada kesempatan itu usai meresmikan bantuan sumur bor saat dikonfirmasi Waspada.id mengatakan, pihaknya berterimakasih banyak dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Pegadaian BUMN yang telah turun langsung untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh Utara, melalui Program Pegadaian Peduli untuk membersihkan 120 sumur, bantuan sumur bor dan bantuan peguatan pendidikan keagamaan di wilah kekuasaannya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sektor swasta dalam mempercepat pemulihan pascabencana dapat mendorong pembanguan yang inklusif dan keberlanjutan. “Terima kasih dan kami berikan apresiasi kepada PT Pegadaian (BUMN). Insya Allah bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Program ini harus menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakatt untuk jangka panjang,” demikian orang nomor satu di Aceh Utara ini.
Lebih dari Sekadar Bisnis
Direktur Utama Damar Latri Setiawan pada kesempatan itu juga sempat memberitahukan, Pegadaian hadir di tengah-tengah masyarakat bukan hanya untuk urusan finansial, namun juga wajib hadir untuk membantu masyarakat yang ditimpa bencana melalui jargon “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.
Pegadaian, kata dia, terus berusaha untuk meringankan beban atau kesulitan masyarakat dan ikut memastikan bahwa setelah banjir bandang, kehidupan masyarakat, seperti di Aceh Utara bisa berangsur normal.
“Seperti kata Pak Eka Pebriansyah tadi, air bersih yang kembali mengalir dari dalam sumur-sumur warga adalah beanr-benar sumber kehidupan yang harus diselamatkan,” kata Damar Latri Setiawan menutup wawancara dengan Waspada.id.
Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

















































