Pasar Tekstil Legendaris di Tangerang Sunyi Sepi, Ini Biang Keroknya

2 hours ago 4

Tangerang, CNBC Indonesia - Sentra tekstil di Cipadu, Tangerang Banten makin ditinggal pembeli dan kini kondisinya semakin sepi. Banyak kios-kios tekstil di Cipadu yang sudah tutup karena beberapa penyebab, mulai dari sepinya pembelian hingga banyak yang beralih ke penjualan online.

Mayoritas pedagang di Cipadu mengungkapkan sepinya pembeli sudah terjadi sejak pandemi Covid-19. Namun, kini suasananya makin sepi karena para pedagang ada yang lebih memilih untuk beralih ke penjualan online.

Muhamad, pedagang bed cover dan seprai mengatakan sepinya kawasan Cipadu terjadi sejak Covid-19. Namun, setelah lima tahun berlalu, justru kondisinya semakin sepi. Ia mengungkapkan banyak toko di dekat tokonya yang sudah tutup karena beralih ke penjualan online secara penuh.

"Toko depan saya, memang sudah tutup, ya ada setahunan lah sudah tutupnya. Katanya sih mereka milih untuk jualan di rumah secara online, kalau offline, enggak ada yang beli," kata Muhamad saat ditemui CNBC Indonesia.

Selain ada beberapa yang beralih online, banyak toko yang sudah tutup karena tak kuat berjualan lagi, seiring penghasilan yang didapat tidak seberapa, tetapi sewa ruko dan biaya lain terus berjalan.

"Ada juga yang memang sudah enggak berjualan, karena ya penjualan seret, tapi bayar ini itu (sewa) terus jalan, seperti kami, di sini sewa Rp 90.000 per bulan, tetap jalan terus," lanjutnya.

Dirinya pun mengungkapkan yang sama, di mana penjualannya turun hingga 50% dalam setahun terakhir, meski dirinya tetap berjualan langsung dan tidak membuka penjualan online.

"Ya, kami saja di sini turun 50% lah, hari ini saja dah, dari pagi, sepertinya baru 3 orang yang beli di sini, bagaimana enggak kuat mereka," ujarnya.

Kondisi kawasan Tekstil Cipadu, Tangerang yang semakin sepi ditinggal pelanggan, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Kondisi kawasan Tekstil Cipadu, Tangerang yang semakin sepi ditinggal pelanggan, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Kondisi kawasan Tekstil Cipadu, Tangerang yang semakin sepi ditinggal pelanggan, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Sedangkan Helmy, pedagang bahan kain untuk pakaian mengungkapkan penyebab sepinya Cipadu karena daya beli masyarakat yang sedang lesu dan pengaruh toko online.

"Sejak Covid-19, makin ke sini, enggak membaik, entah kenapa, mungkin karena banyak yang sudah jualan online juga, enggak perlu datang ke sini," kata Helmy.

Kini, Ia mengaku pasrah karena jika tidak berjualan, justru akan memperburuk kehidupannya.

"Ya mau enggak mau pasrah saja lah, sembari berharap ada yang datang dan bisa ramai lagi," terangnya.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, jumlah kios tekstil yang tutup di Cipadu cukup banyak. Bahkan makin bertambah setidaknya dalam setahun terakhir.

Contohnya di pertokoan Pro Futsal, di mana sebelumnya ada sekitar 25 kios, kini hanya tinggal tujuh kios saja.

Contoh lain di Pusat Grosir Aryamatex Kospin Jasa, di mana sebelumnya ada sekitar 20 kios, kini hanya tersisa enam kios yang masih buka.

Kawasan Cipadu di Tangerang, Banten, selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar di kawasan tersebut. Pada masa jayanya, pasar ini menjadi tujuan utama warga Tangerang dan sekitarnya untuk membeli beragam jenis kain, mulai dari bahan pakaian, sprei, hingga korden.

Namun kini, denyut aktivitas di pasar tersebut kian melemah, ditandai dengan sepinya pengunjung.

(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |