Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa HP China ramai-ramai menurunkan target penjualan di awal 2026. Misalnya Xiaomi dan Oppo yang dilaporkan mengurangi jumpah produksi lebih dari 20%.
Bukan cuma itu, vivo juga menurunkan kapasitas produksi hampir 15%. Selanjutnya, Transsion yang membawahi merek Tecno, Infinix, dan Itel, memperkirakan penurunan pengiriman 70 juta unit ponsel tahun ini, dikutip dari Huawei Central.
Lebih lanjut, Huawei Central melaporkan para produsen HP China juga berencana mengurangi pengiriman perangkat di kelas menengah (mid-range) dan bawah (low-end). Kemungkinan mereka akan fokus pada produk-produk unggulan, sehingga portofolio produk akan dirampingkan.
Masalah ini terjadi sebagai dampak krisis chip memori global yang mengakibatkan kelangkaan di pasar. Seorang sumber mengatakan perusahaan kerap menggunakan cara melebihkan jumlah pengiriman sebagai upaya mendapatkan bahan dan komponen yang cukup dari pemasok kelas atas tanpa masalah.
"Untuk mendapatkan sumber daya dari produsen hulu, produsen HP kerap menggunakan strategi melebih-lebihkan jumlah pengiriman mereka. Namun pemasok penyimpanan seperti Samsung dan SK Hynix belum menerima pemberitahuan dari vendor jika telah menurunkan volume pengiriman," ujar seorang sumber.
Sumber dari produsen chip memori mengonfirmasi strategi ini. Volume yang dilaporkan serupa dengan tahun lalu, meski Transsion kemungkinan tetap bisa mencapai 100 juta unit.
Menurut sumber itu, pihaknya tidak akan menyediakan persediaan berdasarkan volume yang diperkirakan. Data yang benar disebutnya hanya berkurang 10% dibandingkan 20% seperti yang diumumkan.
Samsung, SK Hynix dan Micron dilaporkan juga akan menawarkan harga kepada produsen ponsel yang berfluktuasi. Jika ini tidak dilakukan maka pelanggan tak bisa membeli komponen di masa depan.
Baik Samsung dan SK Hynix berencana menaikkan harga DRAM pada kuartal pertama 2026 sebesar 60-70%. Meski begitu, beberapa vendor kemungkinan tak terdampak, seperti Huawei, Honor dan Lenovo.
Perusahaan-perusahaan itu memiliki solusi independennya sendiri untuk keluar dari masalah tersebut. Selain itu, tiap merek berupaya mendapatkan pangsa pasar di tengah kenaikan harga.
Misalnya, Huawei memastikan mempertahankan margin keuntungan tertentu pada produknya. Caranya dengan memanfaatkan keuntungan biaya dari rantai pasok.
Peningkatan pangsa pasar dilakukan Huawei juga dengan menurunkan harga ponsel beberapa modelnya yakni Pura, Nova dan Enjoy.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
1















































