Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bakal menggenjot pembangunan 21 proyek hilirisasi dengan nilai investasi hampir Rp 500 triliun. Adapun, proyek-proyek ini diperkirakan bakal membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
COO BPI Danantara Dony Oskaria menilai bahwa Danantara mempunyai peran yang semakin krusial dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia ke depan. Hal ini dapat terlihat dari 21 proyek hilirisasi yang akan dikerjakan pada tahun ini.
"Inilah dampaknya kenapa Danantara itu begitu krusial di dalam pertumbuhan ekonomi kita ke depan. Tahun ini kami di Danantara Asset Management (DAM) di tempat yang saya kelola, itu ada 21 proyek hilirisasi dengan total investasi hampir Rp 500 triliun," kata Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).
Ia pun memandang investasi tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja di Indonesia serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi.
"Dan juga proyek hilirisasi ini tentu saja basisnya adalah kita ingin mencapai swasembada di bidang pangan dan bidang energi," kata dia.
Lebih lanjut, Dony mengatakan pada pekan lalu Danantara setidaknya telah menyiapkan enam proyek hilirisasi yang telah memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking. Adapun, pada pekan berikutnya pihaknya akan melakukan groundbreaking untuk 10 proyek tambahan.
"Total 21 proyek yang kita lakukan, yang kita akan groundbreaking di tahun 2026," ujar Dony.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
10















































