Puluhan ribu demonstran berkumpul di ibu kota Argentina, Buenos Aires, pada Selasa (24/3/2026) untuk memperingati 50 tahun kudeta militer terakhir Argentina. REUTERS/Agustin Marcarian
Peringatan ini sekaligus menjadi hari libur nasional guna mengenang sekitar 30.000 orang yang hilang selama periode kelam yang dikenal sebagai “Perang Kotor”. REUTERS/Agustin Marcarian
Berdasarkan rekaman drone, massa aksi terlihat memadati jalan-jalan utama menuju Plaza de Mayo. Para demonstran membawa foto anggota keluarga yang hilang selama tujuh tahun pemerintahan militer yang dimulai sejak kudeta 24 Maret 1976. REUTERS/Agustin Marcarian
Sejumlah spanduk bertuliskan “Jangan Pernah Lagi” dan “Mereka Ada 30.000” tampak mendominasi aksi, menjadi simbol kuat tuntutan keadilan serta pengingat atas tragedi kemanusiaan di masa lalu. REUTERS/Agustin Marcarian
Argentina sendiri kembali ke sistem demokrasi pada 1983, mengakhiri rezim militer yang berkuasa selama tujuh tahun. REUTERS/Agustin Marcarian
Meski demikian, dampak sosial dan ekonomi dari periode tersebut masih dirasakan hingga kini. Pensiunan guru lainnya, Nestor Di Milia, menilai terdapat kesamaan antara kondisi ekonomi saat kudeta dengan tantangan modern saat ini, termasuk isu deindustrialisasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga ingatan kolektif melalui perjuangan untuk kebenaran dan keadilan. REUTERS/Agustin Marcarian

3 hours ago
3
















































