Thailand Obral Insentif Pajak Demi Gaet Pabrik Mobil Baru

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand kembali meluncurkan kebijakan untuk memperkuat industri otomotif nasional. Negeri Gajah Putih itu berencana memangkas tarif cukai bagi produsen mobil yang membangun fasilitas produksi di dalam negeri dan meningkatkan penggunaan komponen serta bahan baku lokal.

Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas mengatakan usulan tersebut ditargetkan diajukan kepada kabinet pada September mendatang. Namun, ia belum mengungkapkan besaran insentif yang akan diberikan.

"Pastinya, kebijakan baru ini akan memberikan pengurangan pajak secara langsung," tegasnya kepada wartawan, dikutip Reuters, Jumat (7/8/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menarik investasi baru di sektor otomotif sekaligus memperkuat rantai pasok industri domestik melalui peningkatan penggunaan komponen lokal. Dalam sebuah seminar, Ekniti juga mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi potensial lebih dari 3% dalam empat tahun ke depan.

Thailand pun ingin meningkatkan nilai investasi hingga mencapai 30% dari produk domestik bruto (PDB) dalam periode yang sama. Selain mendorong investasi industri, pemerintah juga menyiapkan berbagai program untuk mempercepat transformasi ekonomi.

Salah satunya adalah pemberian dukungan finansial sebesar 50.000 baht (sekitar Rp25 juta/asumsi kurs Rp500 per baht) per rumah tangga, disertai fasilitas pinjaman untuk pemasangan panel surya atap (rooftop solar). Pemerintah bahkan berencana mengalokasikan separuh dari dana pinjaman senilai 400 miliar baht (sekitar Rp200 triliun) untuk mendukung transisi menuju energi bersih," tambah laporan itu.

Di sektor otomotif, Thailand juga tengah menggarap program kendaraan listrik (EV) senilai US$700 juta (sekitar Rp11,6 triliun/asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS). Program tersebut ditujukan untuk mengganti hingga 80.000 kendaraan dengan kendaraan listrik.

"Pemerintah memiliki target ambisius menjadikan Thailand sebagai negara berpendapatan tinggi dalam 12 tahun ke depan," ujar Ekniti.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan Thailand telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 2,5%, lebih tinggi dibanding realisasi pertumbuhan tahun lalu sebesar 2,4%. Meski demikian, laju tersebut masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |