Yasyir Ridho Loebis; Lebih dari “Kuda Troya”, Ia Jadi “Tukang Jahit” Golkar Sumut

3 hours ago 4
Medan

13 Februari 202613 Februari 2026

Yasyir Ridho Loebis; Lebih dari “Kuda Troya”, Ia Jadi “Tukang Jahit” Golkar Sumut

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Yasyir Ridho Loebis yang sempat disebut-sebut sebagai “Joki Kuda Troya” dalam dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara, ternyata berperan sebagai “tukang jahit” politik yang merajut kembali soliditas partai pasca Musyawarah Daerah (Musda) XI yang mengangkat Andar Amin Harahap secara aklamasi.

Demikian seperti dilansir sahabatnews.com. Disebutkan melalui pendekatan komunikasi yang cair dan inklusif, ia berhasil membantu mencairkan ketegangan antara kubu Andar dan kubu Hendri Yanto Sitorus, bahkan menjembatani pertemuan yang mengantarkan pada terjadinya islah.

Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia telah menyampaikan ucapan selamat atas hasil Musda, menutup spekulasi tentang kemungkinan Musda ulang seperti yang terjadi pada tahun 2020.

Pasca terpilihnya Andar Amin Harahap, Golkar Sumut sempat dihinggapi berbagai isu, mulai dari kabar kurangnya restu dari pusat hingga dugaan keterbelahan internal. Namun, pertemuan hangat Yasyir Ridho dengan Sekjen Golkar Rolel Harahap dan Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus (adik kandung Hendri Yanto Sitorus) di sebuah kafe Kota Medan menjadi titik balik. Tak lama kemudian, Andar Amin Harahap dan Hendri Yanto Sitorus dikabarkan telah berkomunikasi langsung.

Tudingan bahwa Yasyir Ridho memainkan peran “Kuda Troya” terasa janggal mengingat rekam jejaknya sebagai kader militan yang konsisten menjalankan prinsip Karya dan Kekaryaan. Ia dikenal memiliki sikap selektif, rasional, dan berbasis pertimbangan organisasi, bukan sekadar dukungan kubu. Bahkan, relasi personalnya dengan keluarga Hendri Yanto Sitorus menunjukkan posisi politiknya yang cair.

Sebelumnya, nama Yasyir Ridho santer disebut-sebut sebagai kandidat Ketua DPD Golkar Sumut, namun ia meresponsnya dengan ringan. “Tidak, saya sudah pernah menang,” ulangnya kepada Waspada.id, Jumat (13/2/26).

Penunjukannya sebagai Ketua Harian DPD Golkar Sumut kemudian dinilai strategis karena ia berhasil merangkul kembali sejumlah ormas sayap dan hasta karya yang sebelumnya berjarak dengan partai.

Yasyir Ridho bukan figur baru di Golkar Sumut. Ia pernah menjabat dua periode sebagai Ketua KNPI Sumut, sukses menjadi jembatan komunikasi antara Gubernur Sumut Syamsul Arifin dan Wali Kota Medan Rahudman Harahap kala itu. Ia juga menjabat dua periode sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Golkar. Bahkan saat sempat diterpa isu pemakzulan pada 2020, ia tidak menunjukkan sikap dendam politik.

Pada Pilkada Kota Medan 2024, ia maju sebagai calon Wakil Wali Kota mendampingi Hidayatullah dengan gagasan peningkatan honor kepala lingkungan dan pembangunan berbasis lingkungan yang mendapat apresiasi luas. Ia memiliki kredo politik yang menjadi pegangan: “Berpolitik seperlunya, berkawan selamanya,” yang sejalan dengan konsep politik zero enemy yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, politik bukan sekadar alat merebut kekuasaan, melainkan jalan untuk menghadirkan kesejahteraan publik. Persahabatannya dengan almarhum Baskami Ginting juga menunjukkan bahwa ia bukan ancaman bagi siapapun, selama bertujuan untuk kepentingan rakyat.***

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |