Terlihat bangunan abutment jembatan Sungai Aek Baringin sudah mulai berlumut dan dimakan usia. Waspada.id/Ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
LABURA (Waspada.id): Anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura), Ari Palopo Siregar,S.E, sesalkan terbengkalainya proyek jembatan Sungai Aek Baringin yang di gagas oleh Camat Aek Natas Hendra Gunawan Pasaribu yang kala itu sebagai Lurah Bandar Durian.
Saat ini, bangunan jembatan yang direncanakan selebar lebih kurang 6 meter dengan panjang 10 meter ini, progres pengerjaannya telah terhenti selama empat tahun di tahap pembangunan abutmen di dua sisi badan sungai.
Menyikapi kondisi ini, politisi Partai Golkar itu menyampaikan bahwa program infrastruktur wajib memiliki rancangan dan pos anggaran yang terencana agar progres pembangunannya tidak stagnan, serta tujuan awal pembangunan untuk kepentingan publik dapat terpenuhi.
“Dari kondisi ini kita bisa melihat, bahwa program kerja ini tidak memiliki rencana dan kajian yang tepat. Hingga malah terkesan membuang anggaran dan tujuan dari pembangunan itu tidak memiliki manfaat sama sekali untuk masyarakat,” kata Palopo Siregar.
“Dan yang terburuk, tidak saja pada tujuan akhir pembangunan, namun malah menimbulkan kesan manipulatif dalam kegiatan yang di biayai APBD. Sebab, konstruksi pembangunan jembatan Sungai Aek Baringin harusnya di kelola oleh Dinas PUPR, bukan lagi Pokmas yang dibentuk oleh Kelurahan,” tegas Ketua Kosgoro Labura itu, Jumat (6/2).
Sebelumnya, dari keterangan Hendra Gunawan di tahun 2022 melalui APBD Labura untuk pekerjaan awal telah di gelontorkan anggaran sebesar Rp140 juta yang dipakai melalui Dana Kelurahan.
Tak sampai di situ, akibat dari proyek ambisius ini, Hendra Gunawan Pasaribu mengaku bahkan dirinya sempat diperiksa aparat penegak hukum karena adanya dugaan kebocoran anggaran pembangunan.
“Akibat pembangunan jembatan inilah aku diadukan ke Polres, ke Polda, dan Kejaksaan,” ujar Hendra, saat dikonfirmasi, Kamis (5/2) melalui Whatsap.
Kendati demikian, Hendra Gunawan yang mendapat promosi jabatan sebagai Camat Aek Natas itu masih berharap agar pembangunan jembatan yang mangkrak di masanya dapat dilanjutkan kembali.
“Saya berharap jembatan itu bisa dibangun, karena kalau banjir anak- anak sekolah susah melintas. Paling tidak bisa dilalui roda dua,” dalihnya.
Dari sejumlah informasi di peroleh akibat pembangunan jembatan ini, Hendra Gunawan sempat dipanggil penyidik Polres Labuhanbatu berdasar surat tugas nomor : SPT/562/III/RES.3.3/2023/Reskrim tanggal 16 Maret 2023.
Beberapa warga yang melintas terpaksa harus melalui sungai untuk mengeluarkan hasil perkebunannya. “Dari sungai la kita lewat, tapi kalau air sedang banjir terpaksa harus menunggu kembali surut baru dapat lewat, kita harap jembatan ini bisa cepat dibangun,” ucap salah seorang warga saat menyeberangi sungai Aek Baringin dengan sepeda motornya.
Terpisah, Lurah Bandar Durian Bahasan Pasaribu saat dikonfirmasi, Kamis (5/2), terkait kelanjutan pembangunan jembatan Aek Baringin yang sebelumnya pernah menggunakan dana kelurahan ini mengakui hingga kini tidak ada dana yang bisa di alokasikan.
“Sudah pernah kita ajukan pada musrenbang, namun belum disetujui. Terakhir saya mendapat kabar akan dibangun oleh pihak TNI. Namun belum tau kapan akan dilanjutkan pembangunannya,” kata Bahasan. (id44)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































