Geger Karyawan Dipaksa Pakai AI Kalau Mau Naik Jabatan

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa konsultan global, Accenture, mewajibkan staf senior untuk aktif menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) jika ingin dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi.

Kebijakan tersebut menyasar associate director dan senior manager. Berdasarkan laporan Financial Times, adopsi rutin atas alat AI internal akan menjadi syarat penting untuk melangkah ke jabatan pimpinan.

Juru bicara Accenture mengonfirmasi kebenaran laporan itu. Ia menegaskan bahwa strategi perusahaan adalah menjadi mitra reinvensi pilihan bagi klien dengan dukungan AI.

"Strategi kami adalah menjadi mitra reinvensi pilihan bagi klien kami dan menjadi tempat kerja yang paling berfokus pada klien, didukung AI, serta hebat untuk bekerja," ujarnya dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, strategi tersebut menuntut adopsi teknologi terbaru agar perusahaan dapat melayani klien secara efektif. Ia juga membenarkan bahwa kebijakan itu dituangkan dalam email internal.

"Penggunaan alat utama kami akan menjadi faktor yang terlihat dalam diskusi talenta," demikian isi email internal tersebut.

Meski demikian, kebijakan ini tidak berlaku bagi staf Accenture di 12 negara Eropa serta karyawan di divisi yang menangani kontrak pemerintah Amerika Serikat.

Langkah ini sejalan dengan strategi restrukturisasi yang diumumkan Accenture pada September lalu. Saat itu, perusahaan menyatakan bahwa karyawan yang tidak mampu melakukan reskilling di bidang AI pada akhirnya berisiko terkena pemutusan hubungan kerja.

Dalam paparan kinerja perusahaan, CEO Accenture, Julie Sweet, menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dalam skala besar. Dari total 780.000 karyawan global, sebanyak 550.000 disebut telah dilatih dalam dasar-dasar AI generatif.

"Strategi nomor satu kami adalah peningkatan keterampilan (upskilling), dalam jangka waktu yang sangat singkat, di mana kami tidak memiliki jalur yang layak untuk pelatihan, kami semacam mengeluarkan orang sehingga kami bisa mendapatkan lebih banyak keterampilan yang kami butuhkan," kata Sweet.

Ia juga menilai investasi awal perusahaan di AI telah memberikan hasil positif. "Investasi awal kami di AI benar-benar membuahkan hasil," ujarnya.

Menurut Sweet, hampir seluruh pemimpin perusahaan kini menyadari pentingnya AI canggih bagi masa depan bisnis. Namun, banyak perusahaan dinilai belum siap sepenuhnya mengadopsi teknologi tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Accenture agresif memperluas ekosistem AI-nya. Perusahaan bermitra dengan OpenAI untuk menyediakan akses ChatGPT Enterprise bagi puluhan ribu karyawan.

Accenture juga bekerja sama dengan Anthropic untuk melatih 30.000 karyawan menggunakan Claude AI serta menggandeng Palantir guna memberikan pelatihan AI kepada lebih dari 2.000 stafnya.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |