Wakil Ketua DPRD Kota Tebingtinggi, H. Muhammad Ikhwan, SH, MH, menyerahkan bingkisan menyambut Ramadhan kepada warga, Senin (16/2/2026). Waspada.id/Ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
TEBINGTINGGI (Waspada.id): Wakil Ketua DPRD Kota Tebingtinggi, H. Muhammad Ikhwan, SH, MH, menyatakan bahwa menyambut Ramadhan 1447 Hijriah bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, melainkan juga membersihkan jiwa serta mensucikan harta.
“Mari kita bersihkan hati dari sifat kemunafikan, dan bersihkan harta kita dengan peduli kepada sesama. Menyambut Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga membersihkan jiwa dan mensucikan harta,” ujarnya dalam kegiatan berbagi bingkisan di kediamannya, Jalan Pulau Sumbawa No. 20, Kelurahan Persiakan, Kecamatan Padang Hulu, Senin (16/2/2026).
Wakil Ketua DPRD Kota Tebingtinggi, H. Muhammad Ikhwan, SH, MH, (kanan) saat acara penyerahan bingkisan menyambut Ramadhan kepada warga, Senin (16/2/2026). Waspada.id/IstKegiatan yang diikuti 100 penerima tersebut juga menjadi momentum persiapan hati menyambut bulan ampunan. Ikhwan menekankan bahwa setiap rezeki yang dimiliki terdapat hak orang lain, sehingga berbagi menjadi bagian dari penyucian harta dan penguatan kepedulian sosial.
“Harta yang kita keluarkan untuk membantu sesama tidak akan berkurang, justru Allah akan menggantinya dengan keberkahan. Jangan sampai hati kita keras karena terlalu cinta dunia,” tambah HM Ikhwan yang juga Penasihat Ukhuwah Le’MANKers’86 Tebingtinggi.
Dalam suasana hangat, Ikhwan didampingi keluarga menyambut para penerima secara langsung. Ia menyatakan bahwa menyambut Ramadhan harus dimulai dari keluarga, sehingga kegiatan ini juga menjadi pendidikan nilai kepedulian sejak dini.
Suasana doa bersama juga mengiringi acara, dengan harapan Ramadhan membawa keberkahan bagi Kota Tebingtinggi dan menjadikan masyarakat lebih peduli, bersatu, dan kuat dalam iman. Para penerima tampak bersyukur, menyatakan bahwa bantuan bukan hanya materi tapi juga bentuk kepedulian yang kuat.

Ikhwan mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri. “Ramadhan adalah kesempatan memperbaiki hati, memperbaiki niat, dan memperbanyak amal. Jangan sia-siakan,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi simbol bahwa jabatan publik harus sejalan dengan nilai dakwah dan kemanusiaan, dengan sentuhan spiritual sebagai fondasi membangun masyarakat berakhlak. [***]
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































