Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar smartphone global masih anjlok pada awal 2026. Namun di tengah pelemahan tersebut, Apple untuk pertama kalinya memimpin pasar pada kuartal pertama tahun ini.
Laporan Counterpoint Research mencatat pengiriman smartphone global pada kuartal I-2026 turun 6% secara tahunan (YoY). Penurunan dipicu kelangkaan memori DRAM dan NAND, kenaikan biaya logistik, serta melemahnya daya beli konsumen di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, demikian dikutip dari laman resmi Counterpoint, Senin (13/4/2026).
Di tengah pasar yang melemah, Apple justru memimpin dengan pangsa 21% dan pertumbuhan 5% YoY. Permintaan kuat terhadap seri iPhone 17, program trade-in, serta kuatnya ekosistem mendorong pertumbuhan volume meski kondisi makro melemah. Pertumbuhan juga terlihat kuat di sejumlah pasar Asia-Pasifik seperti China, India, dan Jepang.
Sebaliknya, Samsung harus rela turun ke posisi kedua dengan pangsa 20%. Pengiriman Samsung menyusut 6% YoY akibat lemahnya permintaan pasar serta penundaan peluncuran seri Galaxy S26. Meski demikian, varian S26 Ultra disebut mencatat minat tinggi berkat fitur AI terintegrasi.
Tekanan lebih besar dialami Xiaomi. Produsen asal China itu tetap di posisi ketiga, namun pengiriman anjlok 19% YoY, penurunan terbesar di antara lima besar. Ketergantungan Xiaomi pada segmen entry-level membuatnya paling terdampak kenaikan harga komponen memori.
Sementara itu, Oppo dan vivo masing-masing menempati posisi keempat dan kelima dengan pangsa 11% dan 8%. Vivo masih kuat di India melalui seri kelas menengah, sedangkan Oppo terbantu penjualan seri A5 di segmen entry-level dan flagship lipat Find N5.
Di luar lima besar, Google dan Nothing justru mencatat pertumbuhan dua digit. Google tumbuh 14% YoY berkat lini Pixel, sementara Nothing melonjak 25% YoY didorong desain unik dan peluncuran Nothing Phone (4a).
Counterpoint memperkirakan tekanan pasar akan berlanjut hingga 2027 karena krisis pasokan memori belum mereda. Produsen diperkirakan akan lebih fokus pada perangkat premium, memangkas model murah, serta mengandalkan software dan layanan untuk menjaga pertumbuhan.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
5
















































