Ketua Gapensi: Sudah Rp1.000 T Digelontorkan di Konstruksi Era Prabowo

10 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan lalu Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.` Salah satu yang terungkap dari pertemuan itu adalah, pesan yang disampaikan oleh pengusaha soal soal capaian di sektor infrastruktur.

Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia dan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPP Gapensi) periode 2024-2029 Andi Rukman Nurdin Karumpa mengapresiasi capaian pemerintah selama ini.

"Bapak telah mampu menavigasikan negara yang sungguh sangat baik, khusus di bidang konstruksi. Bapak telah mengontorkan Rp 1.000 Triliun lebih untuk dana infrastruktur, merah putih, dapur, cetak sawah, kampung nelayan, sekolah rakyat, irigasi, dan luar biasa," kata Andi Rukman.

Kebijakan ini tentu banyak membantu dunia usaha terutama di sektor riil, khususnya para anggota Gapensi. "Pekerjaan proyek revitalisasi pendidikan dan kesehatan, ribuan sekolah telah diperbaiki, puskesmas," kata Andi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antarelemen elite nasional merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan bangsa atau nation building. Pembangunan bangsa, menurut Presiden, merupakan proses panjang dan berat yang membutuhkan pengerahan seluruh kekuatan serta sumber daya nasional.

"Masalah nation building, masalah pembangunan bangsa memang adalah proses yang sangat panjang, sangat berat. Dan dalam proses ini, sejarah peradaban manusia mengajarkan kepada kita bahwa ekonomi tidak bisa dipisahkan dari politik, dari budaya, dari bahkan dari agama," ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa pembangunan bangsa bersifat lintas sektor. Oleh karena itu, seluruh kekuatan bangsa harus dapat dihimpun dan dipersatukan agar setiap sumber daya yang dimiliki Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan rakyat.

"Bahwa pembangunan suatu bangsa adalah pembangunan lintas sektor. Karena itu, nation building memerlukan kekuatan, kekuatan dari bangsa itu untuk bisa dikerahkan, untuk bisa dipersatukan, sehingga bangsa itu dapat memanfaatkan semua sumber daya yang ada di bangsa itu," ungkapnya.

Kepala Negara pun mengajak seluruh pihak belajar dari perjalanan berbagai negara dalam sejarah peradaban manusia. Menurut Presiden, salah satu pembeda utama antara bangsa yang berhasil dan negara yang gagal adalah kemampuan para elitenya untuk bekerja sama.

"Yang terutama yang kita belajar adalah memang perlunya suatu sinergitas antara elite, perlunya ada kerja sama, kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil elitenya bisa kerja sama. Semua negara yang gagal elitenya ribut," tegas Presiden.

Presiden menyebut elite bangsa tidak hanya terbatas pada unsur politik dan ekonomi. Elite nasional juga mencakup para pemimpin di bidang intelektual, agama, budaya, seni, dunia usaha, hingga kalangan pekerja.

"Apa yang kita maksud dari elite? Elite adalah unsur pimpinan. Jadi elite bangsa adalah elite politik, elite ekonomi, elite intelektual, elite agama, elite budaya, elite seni, elite produsen, elite buruh," katanya.

(hoi/hoi)

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |