Pasar Bergejolak, Trader Kripto Perlu Perbaharui Strategi

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Terdapat pepatah sederhana yang jarang dibicarakan, yakni pasar bearish (tren turun) seringkali mencetak uang lebih cepat daripada pasar bullish (tren naik).

Februari 2026 akan tercatat dalam sejarah sebagai bulan di mana ilusi easy money bagi investor ritel mulai runtuh. Pada saat Ethereum (ETH) menembus ke bawah level psikologis US$ 3.000 pada tanggal 5 Februari lalu, jutaan investor ritel yang memegang teguh mantra HODL (tahan aset selamanya) melihat nilai portofolio mereka tergerus puluhan persen dalam hitungan jam.

Alhasil, kepanikan terjadi. Forum diskusi kemudian dipenuhi kebingungan dan penyesalan. Namun, suasana yang sangat berbeda terjadi di meja trading institusional dan di kalangan investor profesional. Tidak ada tanda-tanda kepanikan. Sebab, mereka melihat bahwa kejatuhan ini bukanlah bencana, melainkan "Pesta Volatilitas".

Sebuah laporan strategi pasar yang sangat teknis dan mendalam bertajuk "Ethereum (ETH) Outlook 2026", yang baru saja dirilis oleh Tim Investment Research Pluang, membongkar rahasia dapur bagaimana smart money tidak hanya bertahan, melainkan juga mengambil keuntungan masif dari crash ini.

Laporan ini menegaskan satu hal yakni strategi investasi satu arah (hanya beli dan berharap naik) sudah usang pada 2026. Investor sangat memerlukan kotak perkakas (toolkit) derivatif yang lebih canggih.

Mengapa Strategi "Buy the Dip" Kali Ini Berbahaya?

Sebelum masuk ke strategi, kita harus memahami medan pertempuran. Mengapa harga Ethereum jatuh begitu dalam?

Laporan Pluang mengungkap bahwa pemicu utama kejatuhan ini bukanlah investor ritel yang menjual karena takut, melainkan Likuidasi Struktural Institusional.

Data pasar forensik menunjukkan bahwa pusat gempa berasal dari Hong Kong. Sejumlah hedge funds besar yang mengambil posisi leverage (utang margin) ugal-ugalan pada ekosistem Ethereum dipaksa oleh broker mereka untuk melakukan likuidasi otomatis (forced selling). Ketika dana besar dipaksa menjual tanpa memandang harga, tidak ada level support yang aman.

Ditambah lagi dengan faktor ETF Overhang. Laporan tersebut menyoroti bahwa banyak investor institusional yang memegang ETF Ethereum kini terjebak dalam kerugian yang belum terealisasi (unrealized losses). Algoritma manajemen risiko mereka memaksa mereka untuk mengurangi posisi (de-risking), memperparah tekanan jual.

Dalam kondisi seperti ini, strategi ritel klasik "Buy the Dip" (beli saat turun) tanpa data adalah tindakan 'bunuh diri' finansial. Itu sama saja dengan berdiri di depan kereta api barang yang sedang melaju kencang, berharap bisa menghentikannya dengan tangan kosong.

Lantas, apa saja strategi baru yang harus dilakukan trader crypto profesional?

1. The Art of Short Selling (Crypto Futures)

Laporan Ethereum (ETH) Outlook ini membedah strategi utama yang digunakan institusi saat pasar merah: Short Selling.

Banyak investor ritel alergi dengan kata "Short". Mereka menganggapnya jahat atau terlalu berisiko. Padahal, Short Selling adalah mekanisme pasar yang sehat untuk penemuan harga wajar.

Melalui fitur Crypto Futures di platform seperti Pluang, trader profesional mengambil posisi Short (Jual) pada pasangan aset ETH/USDT.

  • Mekanisme: Mereka meminjam aset untuk dijual di harga tinggi, dengan janji membelinya kembali nanti di harga rendah. Selisihnya adalah profit mereka.
  • Fungsi Lindung Nilai (Hedging): Ini adalah poin krusial yang dibahas dalam laporan. Katakanlah Anda memiliki 10 ETH di cold wallet yang Anda beli di harga rendah tahun lalu. Anda tidak ingin menjualnya karena alasan pajak jangka panjang. Namun, Anda tahu pasar akan jatuh bulan ini.

○ Apa yang Anda lakukan? Anda membuka posisi Short senilai 10 ETH di pasar Futures.

○ Jika harga ETH turun 20%, aset fisik Anda rugi 20% (di atas kertas), TAPI posisi Futures Anda untung 20% (tunai).

○ Net Result: Nilai kekayaan Anda terkunci. Anda selamat dari kerugian tanpa menjual aset utama Anda. Ini disebut strategi Delta Neutral.

Laporan lengkap Pluang memberikan panduan teknis mengenai level-level resistance kunci di mana institusi biasanya menumpuk posisi Short mereka.

2. Bermain Catur dengan Options (Saham Proxy)

Ini adalah bagian di mana laporan tersebut benar-benar memisahkan pemula dari trader pro di pasar finansial.

Selain Futures, trader pro menggunakan instrumen Options(Opsi) pada pasar saham Amerika untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan crypto. Mengapa saham Amerika? Karena likuiditasnya sangat dalam dan memungkinkan strategi yang lebih kompleks.

Laporan Pluang menyarankan penggunaan saham proxy seperti Coinbase (COIN) atau ETF terkait crypto.

  • Skenario Bearish (Long Put): Alih-alih men-short ETH secara langsung yang berisiko likuidasi jika harga memantul tiba-tiba (short squeeze), trader membeli opsi Put pada saham COIN. Opsi Put memberikan hak untuk menjual saham di harga tertentu. Jika pasar crypto hancur, pendapatan Coinbase terancam, harga sahamnya turun, dan nilai opsi Put Anda meledak naik. Risikonya terbatas hanya pada premi yang Anda bayar, tapi potensi keuntungannya tidak terbatas.
  • Skenario Stagnan (Short Call): Jika pasar tidak bergerak kemana-mana (sideways), trader profesional menjual opsi Call (writing calls). Mereka mendapatkan "uang sewa" (premi) dari investor lain yang bertaruh harga akan naik. Ini adalah cara menghasilkan passive income dari portofolio yang sedang "tidur".

Panduan Ahli: Volatilitas Sebagai Ujian Kedewasaan Trader Crypto

Laporan tersebut juga memuat wawasan tajam dari Head of Investment Research Pluang, Jason Gozali. Dia menekankan bahwa kejatuhan harga ini adalah momen validasi bagi trader serius. Untuk itu, jangan terjebak dalam kepanikan ritel.

"Gunakan volatilitas ini untuk menguji tesis investasi Anda. Jika Anda percaya pada fundamental jangka panjang namun melihat risiko jangka pendek, disiplin manajemen risiko melalui lindung nilai (hedging) adalah prioritas utama sebelum melakukan akumulasi agresif," kata dia.

Kutipan ini adalah pengingat bahwa dalam trading, pertahanan (manajemen risiko) sama pentingnya dengan penyerangan (mencari profit).

3. Strategi Manajemen Kas

Trader terbaik tahu kapan harus agresif dan kapan harus duduk diam. Namun, duduk diam di dunia profesional bukan berarti membiarkan uang mati.

Laporan ini menyoroti strategi manajemen likuiditas yang sering diabaikan ritel: USD Yield. Saat pasar sangat tidak menentu (volatile) dan arah tren belum jelas, posisi terbaik adalah memegang uang tunai (Cash is a Position). Namun, trader pro tidak memegang USDT/USDC tanpa bunga. Mereka memarkir amunisi mereka ("Dry Powder") di instrumen Dolar AS yang memberikan imbal hasil hingga ~3,38% p.a.

Ini memberikan dua keuntungan psikologis:

1. Anda dibayar untuk bersabar menunggu setup trading yang sempurna.

2. Likuiditas Anda siap 100% untuk dieksekusi (deployed) begitu indikator teknikal menunjukkan sinyal Oversold.

Upgrade Skill Trading atau Tergerus Pasar

Pasar crypto tahun 2026 tidak lagi ramah bagi amatir. Era di mana Anda bisa membeli koin sembarangan dan menjadi kaya dalam semalam sudah berakhir. Sekarang adalah era pertarungan algoritma, likuiditas institusional, dan strategi derivatif yang kompleks.

Kejatuhan Ethereum di bawah $3.000 adalah sinyal peringatan: Anda harus berevolusi. Apakah Anda akan terus menjadi korban yang menangisi portofolio merah, atau Anda akan belajar cara mencetak profit saat pasar berdarah?

Laporan lengkap dari Pluang ini bukan sekadar berita, ini adalah Buku Pedoman Perang (Playbook) untuk kuartal pertama 2026. Di dalamnya, Anda akan menemukan:

● Analisis teknikal mendalam tentang level kunci ETH.

● Data aliran dana ETF yang menjadi indikator reversal.

● Panduan langkah demi langkah mengeksekusi hedging portofolio.

Dengan begitu, jangan sampai Anda masuk ke medan perang tanpa senjata lengkap.

BACA PANDUAN LENGKAP: 'Ethereum (ETH) Outlook 2026: Apakah ETH di Bawah $3.000 Adalah Jebakan Nilai atau Peluang Emas Institusional?' di Blog Pluang

Disclaimer: Segala analisis atau rekomendasi dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

(dpu/dpu)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |