Dalam upaya mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Batu Bara, petani di Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih melaksanakan kegiatan tanam bersama di Kabupaten Batu Bara dengan menggunakan alat tanam tabela, Senin (13/4/2026).
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BATU BARA (Waspada.id): Dalam upaya mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Batu Bara, petani di Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih melaksanakan kegiatan tanam bersama di Kabupaten Batu Bara dengan menggunakan alat tanam tabela, Senin (13/4/2026).
Alat tanam tabela merupakan inovasi hasil modifikasi petani yang memiliki fungsi menyerupai transplanter. Alat ini digunakan pada lahan dengan sistem irigasi teknis, di mana ketersediaan air dapat diatur secara optimal sehingga mendukung efisiensi dan percepatan proses tanam.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa inovasi dan modifikasi alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi kunci utama dalam percepatan swasembada pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan alsintan yang dimodifikasi sesuai kondisi lahan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, mempercepat proses olah tanah, tanam, hingga panen, serta mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
“Modifikasi alsintan harus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, baik di lahan rawa, tadah hujan, maupun sawah irigasi, sehingga produktivitas dapat meningkat secara signif ikan,” ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala BPPSDM yang mengatakan, pengembangan alsintan yang dimodifikasi sesuai kondisi spesifik lokasi akan memperkuat modernisasi pertanian dan mendukung peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam mendorong transformasi sektor pertanian berbasis teknologi dan inovasi.
Sebagian besar petani di Desa Suka Raja serta empat desa lainnya di Kecamatan Air Putih telah mengadopsi sistem tanam tabela. Bahkan, sekitar 60 persen lahan pertanian di Desa Suka Raja telah menggunakan metode ini sebagai upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan, kegiatan tanam dilaksanakan di lahan optimalisasi lahan (oplah) yang sebelumnya telah dilakukan perbaikan infrastruktur pendukung, meliputi kegiatan lining sepanjang 600 meter serta normalisasi saluran irigasi sepanjang 1,5 kilometer.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air yang memadai bagi pertanaman,” ujarnya.
Percepatan jadwal tanam menjadi salah satu strategi utama yang diterapkan, sambung Nurliana.
“Dengan alat tanam yang dimodifikasi ini, petani melakukan percepatan tanam dari jadwal sebelumnya yang direncanakan pada bulan Mei, maka dimajukan menjadi bulan April guna mengantisipasi datangnya musim kemarau,” jelas Nurliana.
Kepala Pusdik Pertanian, Muhammad Amin menegaskan bahwa kolaborasi antara penyuluh, petani, dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam penerapan teknologi tersebut di lapangan, sehingga target swasembada pangan dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, diharapkan percepatan LTT pada bulan April dan Mei dapat tercapai sesuai target, sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































