Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memesan sepatu sekolah berbahan karet lokal hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dibanderol dengan harga di bawah Rp80 ribu. Momen tersebut terjadi saat Prabowo menerima lebih dari 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, menjelaskan pemesanan sepatu itu menjadi salah satu momen yang menarik perhatian saat Prabowo meninjau berbagai hasil riset dan inovasi karya anak bangsa.
"Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Presiden memesan sepatu sekolah berbahan karet lokal hasil inovasi BRIN yang diproduksi dengan harga di bawah Rp80 ribu," tulis Teddy, dikutip Jumat (7/8/2026).
Dia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata Presiden terhadap hasil riset dan inovasi dalam negeri agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Pertemuan itu menjadi yang pertama kalinya mempertemukan lebih dari 150 periset terbaik bangsa di Istana Kepresidenan untuk berdialog langsung dengan Presiden mengenai masa depan riset, inovasi, dan pendidikan di Indonesia.
Pertemuan Presiden RI dengan 150 Periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, 6 Agustus 2026. (Tangkapan layar youtube Setpres RI) Foto: (Tangkapan layar youtube Setpres RI)
Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama lahirnya inovasi dan berbagai terobosan yang akan menentukan daya saing Indonesia di masa depan. Karena itu, investasi pada sektor pendidikan dan riset harus terus diperkuat sebagai bekal mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sebelum sesi dialog dimulai, Prabowo meninjau langsung sejumlah hasil riset dan inovasi yang dipamerkan para peneliti BRIN. Berbagai teknologi yang dipamerkan mencakup teknologi pendukung pembangunan Giant Sea Wall, pengembangan teknologi nuklir sebagai persiapan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), hingga inovasi tabung Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih efisien sebagai alternatif pengganti LPG.
Prabowo juga melihat teknologi Foodguard yang dikembangkan untuk mendukung keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta berbagai inovasi di bidang ketahanan pangan, kemandirian energi, pengelolaan sampah, teknologi pertahanan, hingga pembangunan program tiga juta rumah.
Pemerintah berharap hasil-hasil riset tersebut dapat terus dikembangkan dan dihilirisasi menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(emy/wur)
[Gambas:Video CNBC]

12 hours ago
1

















































