2025 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sebesar 5,11 Persen

3 hours ago 1
EkonomiNusantara

5 Februari 20265 Februari 2026

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengumumkan, sepanjang 2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11 persen yang ditopang oleh konsumen masyarakat.

“Pergerakan konsumsi masyarakat ditunjukkan oleh Indeks Perjualan Eceran Riil yang pada kuartal IV 2025 ini tumbuh baik secara yoy maupun secara kumulatif,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dari data yang dikumpulkan BPS antara lain transaksi daring, baik yang e-retail maupun marketplace tumbuh sebesar 12,2 persen secara kuartalan,” ujarnya.

Ia menyampaikan indikator lainnya seperti belanja bantuan sosial tunai, kemudian nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kredit juga mengalami pertumbuhan yang relatif kuat.

“Aktivitas produksi domestik seperti Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia berada di zona ekspansi dan juga produksi kuartal IV 2025 2025 tumbuh 7,27 persen secara yoy dan secara sepanjang 2025 tumbuh 13,29 persen,” sambung Amalia.

Turun 0 22 Persen

Sementara data persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 8,25 persen atau menurun 0,22 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 0,32 persen poin terhadap September 2024.

Amalia mengatakan jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 23,36 juta orang atau turun 0,49 juta orang terhadap Maret 2025 dan menurun 0,70 juta orang terhadap September 2024.

Sedangkan persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 6,60 persen atau naik dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,73 persen.

Sementara itu, lanjut dia, persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2025 sebesar 10,72 persen atau menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 11,03 persen.

“Dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 berkurang sebanyak 0,09 juta orang (dari 11,27 juta orang pada Maret 2025 menjadi 11,18 juta orang pada September 2025),” jelas Amalia.

Pada periode yang sama, sambung dia, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 0,40 juta orang (dari 12,58 juta orang pada Maret 2025 menjadi 12,18 juta orang pada September 2025).

Amalia menyampaikan Garis Kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp641.443,00 per kapita per bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp478.955,00 (74,67 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp162.488,00 (25,33 persen). (Id88)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |