Langkah Polres Pidie melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) dalam menyosialisasikan Program Polri Mengajar E-Learning di SMK Negeri 1 Sigli bukan sekadar kegiatan rutin institusi.
Di bawah kepemimpinan Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, program ini merepresentasikan arah pengabdian Polri yang semakin inklusif, edukatif, dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia.
Di tengah tantangan kualitas pendidikan nasional yang belum merata, serta derasnya arus transformasi digital yang membawa peluang sekaligus risiko, kehadiran Polri di ruang kelas menjadi simbol kuat bahwa negara hadir secara nyata.
Polres Pidie menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mengambil peran strategis dalam membentuk karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.
Bagi Aceh, daerah yang dikenal dengan kekuatan adat, nilai religius, serta semangat keistimewaan yang diwariskan turun-temurun, pendidikan sejatinya bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak dan jati diri. Dalam konteks inilah Program Polri Mengajar E-Learning menemukan relevansinya.

Kehadiran Polres Pidie di sekolah menjadi perpanjangan tangan negara dalam menjaga harmoni antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kearifan lokal Aceh yang menjunjung tinggi adab, etika, serta penghormatan kepada guru dan orang tua.
Program Polri Mengajar E-Learning merupakan bentuk adaptasi Polri terhadap perkembangan zaman. Dengan memanfaatkan teknologi digital, akses terhadap materi edukatif menjadi lebih luas, fleksibel, dan modern. Namun lebih dari itu, substansi utama program ini terletak pada pendekatan humanis Polri kepada para pelajar.
Atas arahan Kapolres AKBP Jaka Mulyana, personel Satbinmas hadir sebagai mitra pendidikan yang menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta rasa cinta tanah air, nilai yang sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi kebersamaan dan martabat.
Kasat Binmas Polres Pidie AKP Zulfikar, SH, menegaskan bahwa melalui program ini Polri ingin membangun kedekatan emosional dengan generasi muda. Polri tidak lagi dipersepsikan semata sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat pelajar yang memberikan pendampingan, motivasi, serta bekal literasi digital agar mampu menggunakan internet dan media sosial secara bijak, sekaligus terhindar dari ancaman hoaks dan penipuan online yang kian marak.
Pendekatan persuasif ini menjadi sangat relevan di era ketika anak-anak dan remaja hidup dalam ruang digital tanpa batas. Tanpa bimbingan yang tepat, teknologi dapat berubah menjadi ancaman serius bagi perkembangan karakter.
Karena itu, inisiatif Polres Pidie patut dipandang sebagai langkah preventif sekaligus edukatif yang strategis, khususnya bagi Aceh yang selama ini dikenal kuat menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai tradisi.
Apresiasi datang dari pihak sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Sigli, Mustafa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Satbinmas Polres Pidie beserta jajaran atas sosialisasi yang diberikan kepada para siswa.
“Anak-anak kami sangat antusias mengikuti Program Polri Mengajar E-Learning ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Satbinmas Polres Pidie dan Bapak Kapolres Pidie. Kami sangat mendukung program Polri Mengajar E-Learning tersebut,” ujarnya.
Antusiasme siswa SMK Negeri 1 Sigli menjadi indikator keberhasilan pendekatan Polres Pidie yang mengedepankan komunikasi dua arah dan keteladanan. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Polri di sekolah mampu membangun kepercayaan publik sejak dini, sekaligus memperkuat citra Polri sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat Aceh.

Lebih jauh, Program Polri Mengajar E-Learning layak diposisikan sebagai praktik baik sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan. Apa yang dilakukan Polres Pidie dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor, di mana institusi keamanan turut mengambil bagian dalam agenda besar mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Tentu, keberhasilan program ini perlu dijaga melalui konsistensi dan keberlanjutan. Dengan dukungan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, serta pihak sekolah, Polri Mengajar berpotensi berkembang menjadi gerakan kolektif yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Kabupaten Pidie.
Pada akhirnya, Polres Pidie telah menunjukkan bahwa menjaga keamanan dan membangun generasi muda adalah dua misi yang saling melengkapi. Dari ruang kelas SMK Negeri 1 Sigli, Polri menegaskan komitmennya untuk hadir secara utuh melindungi, melayani, dan mengayomi, sekaligus menanamkan nilai kebangsaan yang berpadu dengan kearifan lokal Aceh bagi calon pemimpin masa depan.
Jika konsistensi ini terus terjaga, maka Program Polri Mengajar E-Learning bukan hanya menjadi agenda institusional, melainkan investasi jangka panjang bagi lahirnya Generasi Emas Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa NKRI, berakar kuat pada nilai-nilai Aceh.
Muhammad Riza
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































