Aceh Bakal Jadi Percontohan Dunia, Pembiayaan Alam ​Melalui Komitmen Indonesia-Inggris

7 hours ago 4
Aceh

22 Februari 202622 Februari 2026

Aceh Bakal Jadi Percontohan Dunia, Pembiayaan Alam ​Melalui Komitmen Indonesia-Inggris Pengamat Ekonomi Aceh, Dosen FaKultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Dr. Muammar Khadafi, S.E., M.Si. Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Pascadisapu bencana longsor dan banjir, kini Aceh dipilih menjadi model percontohan dunia dalam pembiayaan alam untuk berkelanjutan (Nature-based Solutions) dengan merestorasi hutan dan manggrove sebagai benteng pertahanan air.

Hal itu diungkapkan Pengamat Ekonomi Aceh, Dosen FaKultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Dr. Muammar Khadafi, S.E., M.Si. terkait issu penting perkembangan ekonomi Aceh dan Climate Finance untuk Aceh tahun 2026 pascabanjir dan longsor, Minggu (22/2).

Dikatakannya, Aceh akan menjadi model percontohan dunia termasuk dalam sejumlah issu terkini mengenai pendanaan dan pemulihan ekonomi Aceh tahun 2026.

Disebutkannya Aceh sebagai “Model Percontohan Dunia” pembiayaan alam ​melalui komitmen kemitraan Indonesia-Inggris, Aceh dipilih menjadi model global untuk pembiayaan alam berkelanjutan (Nature-based Solutions).

​Mekanismenya, dana dari pasar karbon internasional dan hibah hijau akan digunakan untuk merestorasi hutan dan mangrove sebagai benteng alami pencegah banjir di masa depan.

Dari segi ​Kemitraan Karbon, Indonesia resmi bergabung dalam The Coalition to Grow Carbon Markets, yang membuka jalan bagi Aceh untuk menjual kredit karbon dari pelestarian hutan Leuser dan rawa gambut.

Isu terkini itu menjadi buah bibir, karena pada Februari 2026, Aceh sedang berada dalam fase kritis Transisi Darurat menuju Pemulihan Bencana (berlangsung hingga April 2026) setelah terjangan banjir bandang dan longsor di akhir 2025.

Isu Climate Finance (pendanaan iklim) kini menjadi instrumen utama untuk membiayai pemulihan yang lebih tangguh. Isu berikutnya adalah pendanaan dan pemulihan ekonomi Aceh 2026.

Muammar Khadafi juga menyebutkan ​Anggaran Pemulihan Raksasa (Rp153 triliun). ​Pemerintah Aceh telah mengajukan usulan anggaran pemulihan pascabencana sebesar Rp153 triliun.

Maka ​Fokus Pendanaan, Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) menetapkan alokasi untuk perumahan, infrastruktur dasar, serta pemulihan ekonomi lintas sektor.
​Infrastruktur Hijau: Kementerian PU memfokuskan anggaran 2026 pada pembangunan jembatan permanen dan irigasi modular yang lebih tahan terhadap luapan air sungai (hidrometeorologi).

​Kemitraan Karbon: Indonesia resmi bergabung dalam The Coalition to Grow Carbon Markets, yang membuka jalan bagi Aceh untuk menjual kredit karbon dari pelestarian hutan Leuser dan rawa gambut.

​Skema Cash for Work & Stimulus Ekonomi Rakyat
​Untuk menjaga daya beli masyarakat di wilayah terdampak, pemerintah menjalankan program Bantuan Keuangan Khusus (BKK):
​BKK Rp26,7 Miliar: Disalurkan awal 2026 untuk daerah terdampak guna membiayai program padat karya pembersihan lahan.
​Sektor Pertanian: Kementerian Pertanian mengalokasikan Rp336 miliar khusus untuk rehabilitasi sawah yang rusak akibat banjir di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya agar petani bisa segera kembali menanam.

Kemudian isu Digitalisasi Keuangan & Restrukturisasi
​Bank Aceh & KUR Syariah: Bank Aceh menerima kuota KUR 2026 sebesar Rp1,5 triliun untuk mempercepat pemberian modal bagi UMKM yang kehilangan aset akibat longsor.
​Optimisme BI: Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Aceh akan mulai pulih dan tumbuh di atas 4,5% pada triwulan kedua 2026 seiring selesainya tahap rehabilitasi dasar. (id72)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |