Hinca Pandjaitan: Selamat Jalan Eyang Meri ..!!!

2 hours ago 2
Nusantara

4 Februari 20264 Februari 2026

 Selamat Jalan Eyang Meri ..!!! Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan, (ist)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Anggota Komisi III DPR RI, yang membidangi Kepolisian, Hinca Pandjaitan, mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslan, pada , Selasa (3/2).

Wakil rakyat dari  daerah pemilihan Sumut III, ini mengatakan ada banyak hal yang membanggakan dalam hidup istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani yang akrab disapa Eyang Meri.

Tetapi, lanjut Hinca Pandjaitan yang paling nyata mungkin adalah panjang usia yang membuatnya mampu menyaksikan generasi-generasi baru lahir, tumbuh, dan menua di depan matanya.

Ia (Eyang Meri), paparnya,
hidup cukup lama untuk melihat anak-anak menjadi dewasa, cucu-cucu menemukan jalan mereka, bahkan cicit-cicit yang mungkin belum begitu paham arti seorang Hoegeng.

Tapi semua tahu, mereka membawa nama keluarga yang harum, terjaga, dan bersih, ujar Hinca Pandjaitan dalam keterangan tertulisnya yang diterima waspada.id, Rabu (4/2/2026), di Jakarta.

Rasa bangga itu jelas bukan tanpa alasan. Ia tumbuh bersama nama besar sang suami, Jenderal Hoegeng, seorang polisi yang hingga kini masih terus disebut-sebut sebagai teladan integritas, sosok yang seolah tidak pernah kehilangan tempat di hati bangsa ini.

” Bayangkan, betapa bahagianya almarhumah Eyang Meri sebagai seorang istri, melihat bahwa laki-laki yang pernah berbagi hidup dengannya masih terus dikenang, bahkan puluhan tahun setelah berpulang, “tandas Hinca Pandjaitan.

Kini usia yang panjang itu (100 tahun), telah sempurna. Tidak ada yang tersisa untuk diminta, tidak ada lagi yang perlu dikejar.

Jika selama ini Eyang Meri menjaga warisan kehormatan Hoegeng dari dunia, menurut politisi Partai Demokrat ini, mungkin kali ini mereka telah kembali bertemu dalam suasana yang jauh lebih tenang dan sederhana.

Tanpa pangkat, tanpa jabatan, hanya dua jiwa yang telah selesai menunaikan tugas dengan baik di bumi ini.

Hari ini, lanjutnya, mereka berdua kembali bertemu di keabadian.

Hidup telah sempurna baginya—tak ada lagi yang kurang, tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.

Kini mereka bersama, abadi dalam ingatan kita. Selamat jalan Eyang Meri.(id10)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |