Teuku Yasman, SH, MH, Ketua Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur, saat berbincang santai di salah satu warung kopi di Pidie, Rabu (4/2/2026).Waspada.id/Muhammad Riza
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
PIDIE (Waspada.id): Setelah tiga tahun berjalan dengan dua institusi berbeda, STIKes Jabal Ghafur dan AMIK Jabal Ghafur akhirnya resmi disatukan.
Langkah strategis ini melahirkan sebuah entitas pendidikan tinggi baru yang jauh lebih kuat: Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Nurdin Abdurrahman (INAR).
Transformasi besar ini dikukuhkan melalui SK Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nomor 1082/B/O/2025, yang terbit pada 8 Desember 2025.
Di bawah kepemimpinan T. Yasman, SH, MH, Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur menunjukkan keseriusan untuk menata ulang pondasi pendidikan yang selama ini menopang banyak alumni di berbagai sektor.
Bagi publik Pidie, lahirnya INAR dipandang sebagai tanda bahwa Jabal Ghafur tidak lagi sekadar bertahan—tetapi bergerak maju dengan struktur yang lebih sehat, terintegrasi, dan berorientasi masa depan.
INAR kini berkantor di Gedung Nurdin Abdurrahman, Keunire, yang dirancang menjadi pusat akademik, administrasi, dan riset modern. Enam program Studi, satu visi kemajuan sebagai institusi baru, INAR langsung mengelola enam program studi, terdiri dari tiga vokasi dan tiga sarjana, yang kini berada di bawah satu sistem mutu dan satu visi akademik.
D3 Sanitasi
D3 Keperawatan
D3 Manajemen Informatika
S1 Kesehatan Lingkungan
S1 Farmasi Klinis
S1 Ilmu Komputer
Penggabungan ini disebut sebagai langkah yang tak hanya merapikan struktur, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kualitas akademik, percepatan akreditasi, dan pemadatan kolaborasi lintas prodi.
Pengamat pendidikan lokal menyebut transformasi ini sebagai “penataan paling serius Jabal Ghafur dalam satu dekade terakhir”, sekaligus sinyal bahwa yayasan kini bergerak dengan arah yang jauh lebih visioner.
Di sisi lain, Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur memang selama ini telah memberi kontribusi besar dalam mencetak SDM bagi pemerintah, swasta, hingga Pemkab Pidie. Lahirnya INAR memperkuat reputasi itu, bahkan memperluas peluang untuk menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif.
Kini, Jabal Ghafur tak lagi berdiri dengan banyak nama dan papan berbeda. Semuanya telah dipadukan menjadi satu identitas pendidikan yang lebih kokoh: (INAR)Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Nurdin Abdurrahman, sebuah lompatan besar untuk masa depan pendidikan Pidie.(id69)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































